BANDUNG, BERITA VIRAL TERKINI — Harapan bangsa Indonesia untuk memiliki produk kendaraan roda empat karya mandiri yang lahir dari rancang bangun insinyur dalam negeri kembali menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan. Proyek purwarupa mobil nasional bertajuk Indigenous Indonesian Car (i2C) kini resmi memasuki fase pengujian ketahanan sasis dinamis dan uji jalan rute ekstrem di medan perbukitan Jawa Barat.
Rancang Bangun Disesuaikan dengan Karakteristik Jalan Indonesia
Proyek i2C dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara konsorsium industri manufaktur pertahanan dan rekayasa teknologi nasional (PT TMI) bersama para peneliti otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kelemahan utama dari banyak mobil impor yang masuk ke pasar domestik adalah rancangan sasis dan sistem pendingin mesin yang kerap kurang sesuai dengan iklim tropis yang panas lembap serta jalanan antar-daerah Indonesia yang sarat dengan lubang, genangan air tinggi, dan tanjakan terjal pegunungan.
Oleh karena itu, mobil i2C dirancang sejak garis awal dengan menitikberatkan pada ketangguhan struktur rangka (*ladder frame chassis*) berbahan baja berkekuatan tinggi hasil produksi pabrik baja nasional PT Krakatau Steel, dipadukan dengan ground clearance setinggi 215 mm yang memberikan rasa aman melintasi segala kondisi kontur jalan.
Kabin kendaraan didesain berkonsep serbaguna multifungsi dengan konfigurasi tujuh penumpang yang lapang, sangat sesuai dengan karakteristik budaya komunal masyarakat Indonesia yang gemar bepergian bersama keluarga besar dan membawa banyak barang bawaan saat mudik hari raya.
“Fokus utama kami pada proyek i2C bukan sekadar menempelkan logo merek lokal pada mobil rakitan asing, melainkan membangun kedaulatan hak kekayaan intelektual (IP) rancang bangun dari nol. Dari bentuk sasis, sistem suspensi peredam kejut, sistem kelistrikan body harness, hingga modul kontrol komputernya dikerjakan langsung oleh tangan-tangan insinyur muda Indonesia di Bandung,” jelas salah satu kepala tim rekayasa mekanik proyek saat sesi uji coba di lintasan fasilitas uji Subang.
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Ditargetkan Tembus 70 Persen
Keberlanjutan proyek mobil nasional sangat bergantung pada kekuatan ekosistem rantai pasok industri suku cadang mikro di dalam negeri:
Tim pengembang menggandeng ratusan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) logam cor di Ceper Klaten, perajin karet ban di Bogor, serta perajin jok kulit sintetis di Sidoarjo untuk menyuplai seluruh kebutuhan perakitan komponen kabin dan kaki-kaki kendaraan.
- Pilihan Mesin Ganda: Purwarupa dikembangkan dalam dua opsi penggerak: mesin pembakaran bensin biofuel ramah emisi serta opsi sistem elektrifikasi hibrida plug-in (*PHEV*) berdaya baterai buatan Konsorsium Baterai Nasional (IBC).
- Uji Tabrak Virtual dan Ketahanan Korosi: Struktur rangka telah melewati ribuan jam simulasi uji benturan komputer (*crash test simulation*) dengan hasil perlindungan keselamatan kabin bintang lima standar ASEAN NCAP.
- Sistem Pendingin Tropis Khusus: Menggunakan radiator berpenampang ganda dan kompresor AC bertenaga ekstra yang mampu menjaga suhu kabin tetap sejuk 22 derajat Celsius meski mobil terjebak macet total di bawah terik matahari 38 derajat.
- Target Produksi Massal Bertahap: Fase produksi percontohan (*pilot production*) ditargetkan mulai bergulir untuk memenuhi kebutuhan armada dinas instansi kementerian dan kendaraan operasional BUMN sebelum dipasarkan luas ke konsumen ritel.
🇮🇩 Menuju Kedaulatan Manufaktur Nasional
Proyek i2C adalah pembuktian jati diri bahwa bangsa Indonesia memiliki kompetensi rekayasa teknologi tinggi yang mampu melahirkan karya otomotif tangguh, berkualitas, dan menjadi kebanggaan di negeri sendiri.
Keberhasilan inisiatif ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi dan kepedulian bersama mampu menjadi motor penggerak transformasi positif di masyarakat. Dengan saling merangkul dan mengoptimalkan potensi lokal yang ada, berbagai tantangan hidup di era modern dapat diatasi secara bijak dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.