LOMBOK TENGAH, BERITA VIRAL TERKINI — Suasana di kawasan pesisir Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mulai diselimuti atmosfer kemeriahan yang luar biasa. Deru raungan mesin jet darat dari motor balap kelas dunia siap menggetarkan aspal Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dalam perhelatan akbar Grand Prix Indonesia akhir pekan ini.
Hotel dan Homestay Warga Ludes Dipesan Wisatawan
Dampak ekonomi dari pergelaran balap motor nomor satu di dunia ini langsung dirasakan oleh para pelaku usaha pariwisata di Pulau Lombok. Asosiasi Hotel Mataram dan Perhimpunan Penginapan Mandalika melaporkan bahwa tingkat keterisian kamar (*okupansi*) di kawasan Kuta Mandalika, Praya, hingga Kota Mataram telah menyentuh angka 98 persen sejak dua pekan sebelum balapan dimulai.
Tak hanya hotel berbintang, ratusan rumah tinggal warga (*homestay*) di desa-desa wisata lingkar sirkuit juga panen rezeki karena disewa oleh penonton domestik maupun turis asing asal Australia, Malaysia, dan Eropa. Warga desa menyambut para tamu dengan keramahan khas suku Sasak, menyajikan hidangan ayam taliwang gurih dan kopi rempah hangat di teras rumah panggung.
Bagi penonton yang tidak kebagian tiket tribune di sirkuit, berbagai komunitas otomotif di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Denpasar serentak menggelar acara nonton bareng (nobar) akbar di kafe-kafe dan lapangan terbuka dengan layar tancap videotron raksasa.
Pemerintah daerah bersama pihak pengelola bandara juga mengoperasikan penerbangan tambahan (*extra flights*) dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar menuju Bandara Internasional Lombok (BIL) demi mengantisipasi lonjakan lebih dari 70 ribu wisatawan yang diproyeksikan memadati pulau sepanjang akhir pekan balapan.
“Tahun ini antusiasme penonton terasa jauh lebih tertata dibanding tahun-tahun awal dulu. Jalur shuttle bus dari bandara menuju sirkuit jalannya lancar, nggak ada macet parah lagi. Kami sekeluarga dari Surabaya sengaja sewa homestay di Desa Sade supaya anak-anak bisa sekalian belajar tenun kain tradisional sambil besok nonton aksi pebalap idola kami melibas tikungan sepuluh,” tutur Haryo Wibowo (42), penonton asal Jawa Timur yang ditemui di area bazaar sirkuit.
Parade Pebalap dan Panggung Hiburan Musik Rakyat
Rangkaian acara MotoGP Indonesia tahun ini dikemas semakin meriah dengan memadukan unsur olahraga ekstrem dan festival budaya lokal:
Pihak penyelenggara mendirikan zona festival rakyat di luar gerbang sirkuit yang menampilkan puluhan gerai kuliner UMKM lokal Lombok, pertunjukan seni tari tradisional Gendang Beleq, serta panggung konser musik yang dimeriahkan oleh deretan grup band papan atas ibu kota.
Di samping itu, para penonton dihibur dengan atraksi akrobatik udara tim aerobatik TNI AU yang meliuk-liuk di atas langit sirkuit sesaat sebelum lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan di garis start balapan.
- Parade Pebalap di Kota Mataram: Puluhan pebalap kelas dunia dijadwalkan menyapa ribuan warga di jalan protokol kota menggunakan kendaraan hias khas daerah.
- Zona Pameran Otomotif Masa Depan: Pengunjung dapat menjajal simulator balap motor virtual dan melihat pameran motor listrik hasil rakitan siswa SMK binaan di NTB.
- Kesiapan Logistik Medis Internasional: Helikopter evakuasi medis darurat dan rumah sakit lapangan berstandar FIM disiagakan 24 jam di dalam kompleks sirkuit demi keselamatan pebalap dan ofisial.
- Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal: Sebanyak 1.800 pemuda setempat direkrut dan dilatih secara profesional untuk menjadi marshal lintasan, petugas pemindaian tiket, dan staf kebersihan sirkuit.
🏁 Mengukuhkan Posisi Indonesia di Peta Olahraga Dunia
Kesuksesan penyelenggaraan MotoGP Mandalika membuktikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan olahraga internasional berkelas, sekaligus mempromosikan pesona keindahan alam bahari Nusa Tenggara Barat ke mata ratusan juta pemirsa televisi dunia.