SURABAYA, KORAN ONLINE JATIM — Aroma gurih kaldu sapi berpadu rempah kluwek yang pekat menyeruak saat semangkuk rawon panas disajikan bersama tauge pendek, sambal terasi, dan potongan telur asin khas Probolinggo. Makanan warisan leluhur Jawa Timur ini kembali mencuri panggung kehormatan kuliner dunia.
Kluwek: Jiwa dari Kelezatan Rawon
Para maestro kuliner tradisional membagikan rahasia kelezatan kuah hitam rawon yang tidak pernah basi dimakan zaman. Kuncinya terletak pada proses pemilihan buah kepayang (kluwek) matang pohon yang difermentasi alami di dalam tanah berpasir selama minimal 40 hari.
"Kluwek yang bagus tidak berasa pahit, melainkan gurih pekat beraroma khas rempah tua. Saat ditumis bersama bawang merah Probolinggo, lengkuas, dan serai, aromanya mampu menggugah selera siapa pun," ungkap generasi ketiga peracik Rawon legendaris di Surabaya.
Dua Ikon Kuliner Wajib Kunjung di Jawa Timur:
- Rawon Nguling & Rawon Setan: Kuah kaldu daging empuk dengan sambal pedas membakar lidah.
- Rujak Cingur Genteng Surabaya: Cingur sapi kenyal berpadu bumbu petis udang Sidoarjo yang legit dan kental.