Senin, 28 September 2026 | 16:50 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Teknologi & AI / Mahasiswa Bandung Kembangkan Sarung Tangan Sensorik...
Teknologi & AI

Mahasiswa Bandung Kembangkan Sarung Tangan Sensorik Penerjemah Bahasa Isyarat ke Suara Real-Time

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Mahasiswa Bandung Kembangkan Sarung Tangan Sensorik Penerjemah Bahasa Isyarat ke Suara Real-Time
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

BANDUNG, BERITA VIRAL TERKINI — Komunikasi antara penyandang disabilitas tunarungu dengan masyarakat umum yang belum memahami bahasa isyarat kerap menemui jalan buntu di ruang pelayanan publik. Menjawab tantangan sosial tersebut, tim mahasiswa teknik komputer dari Bandung berhasil menciptakan terobosan sarung tangan pintar bernama SignTalk yang mampu menerjemahkan gerakan isyarat menjadi ucapan suara secara langsung.

Perangkat tersebut mengombinasikan deretan sensor kelenturan serat kain (flex sensor), sensor orientasi sembilan sumbu (gyroscope), dan mikrokontroler pengolah bahasa alami berbasis kecerdasan buatan mini yang dipasang di pergelangan tangan pengguna.

Menjembatani Hambatan Komunikasi di Ruang Layanan Publik

Ketua tim riset SignTalk, Ilham Ramadhan (22), menjelaskan bahwa gagasan alat ini bermula dari pengalamannya menemani seorang kawan tunarungu yang kesulitan saat mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk di kantor kecamatan setempat.

"Saat itu petugas loket bingung memahami gestur tangan kawan saya, sementara kawan saya juga tertekan karena merasa maksudnya tidak tersampaikan. Dari situ kami berpikir, mengapa tidak membuat alat yang bisa mengubah setiap lekukan jari dan arah ayunan tangan menjadi kalimat verbal bahasa Indonesia yang terdengar jelas melalui pelantang suara," papar Ilham di laboratorium robotika kampus.

Cara kerja sarung tangan ini sangat praktis. Ketika pengguna membentuk ejaan atau frasa dalam Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) atau Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), sensor di punggung sarung tangan mendeteksi sudut lengkung sendi jari dan percepatan gerak tangan. Data pergerakan tersebut kemudian dicocokkan dengan pustaka pola gerakan yang telah dilatih model kecerdasan buatan.

Akurasi Tinggi dan Bobot Nyaman Dipakai

Dalam kurun waktu kurang dari setengah detik, modul pemroses langsung mengeluarkan suara vokal sintesis jernih melalui speaker mini Bluetooth yang disematkan di kerah baju pengguna, atau mengirimkan teksnya langsung ke layar ponsel pintar lawan bicara.

Sarah Melati (24), anggota komunitas tunarungu Jawa Barat yang menjadi relawan uji coba perangkat ini, mengaku sangat terbantu saat mempraktikkan sarung tangan SignTalk untuk memesan obat di apotek umum tanpa perlu repot mengetik naskah di layar gawai.

"Bobot sarung tangannya cukup ringan, seperti memakai sarung tangan motor biasa. Saya sangat senang karena orang yang saya ajak bicara bisa langsung mendengar apa yang ingin saya katakan tanpa canggung atau ragu-ragu," ungkap Sarah melalui bantuan teks juru bahasa isyarat pendamping.

Tingkat akurasi pembacaan gestur sarung tangan generasi kedua ini diklaim telah mencapai 94 persen untuk lebih dari 200 kosakata penting yang sering dipakai dalam percakapan sehari-hari, mulai dari perkenalan diri, transaksi belanja, hingga panggilan darurat medis.

Selain mengonversi isyarat tangan ke suara, prototipe terbaru ini juga dilengkapi layar OLED mini di punggung tangan yang bisa menampilkan respons balik teks dari ucapan orang lain yang ditangkap mikrofon ponsel, menciptakan alur obrolan dua arah yang setara.

Langkah Menuju Produksi Massal Terjangkau

Tantangan utama yang tengah dihadapi tim pengembang saat ini adalah menekan biaya material komponen sensor agar harga akhir sarung tangan pintar ini bisa terjangkau bagi kalangan luas yang membutuhkan.

"Target kami sarung tangan ini bisa diproduksi dengan harga di bawah satu juta rupiah per unit. Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan kementerian sosial agar alat ini kelak bisa dibagikan secara cuma-cuma sebagai alat bantu disabilitas resmi di rumah sakit dan kantor pemerintahan," tutup Ilham optimis.

Keberhasilan inisiatif ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi dan kepedulian bersama mampu menjadi motor penggerak transformasi positif di masyarakat. Dengan saling merangkul dan mengoptimalkan potensi lokal yang ada, berbagai tantangan hidup di era modern dapat diatasi secara bijak dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM