Jumat, 25 September 2026 | 01:46 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Bisnis & Finansial / Banyak UMKM Terkecoh Omzet Besar Tapi...
Bisnis & Finansial

Banyak UMKM Terkecoh Omzet Besar Tapi Kas Kosong: Pentingnya Pisahkan Rekening dan Hitung HPP Akurat

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Banyak UMKM Terkecoh Omzet Besar Tapi Kas Kosong: Pentingnya Pisahkan Rekening dan Hitung HPP Akurat
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

SURABAYA, BERITA VIRAL TERKINI — Menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sering kali menghadirkan ilusi kesuksesan semu. Di atas kertas, deretan pesanan harian terlihat ramai mengalir dan nilai omzet bulanan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun anehnya, saat tiba giliran membayar tagihan bahan baku atau sewa tempat, saldo kas di rekening mendadak tiris tak bersisa.

Fenomena klasik yang kerap disebut sebagai "jebakan omzet semu" ini menimpa banyak pelaku usaha pemula akibat kelalaian dasar dalam memisahkan keuangan pribadi serta kegagalan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara realistis.

Dosa Terbesar: Rekening Pribadi dan Bisnis yang Bercampur Aduk

Konsultan akuntansi dan pendamping UMKM Jawa Timur, Tri Wahyuni, menegaskan bahwa kesalahan fatal nomor satu yang paling sering ia temukan di lapangan adalah penggunaan satu nomor rekening bank yang sama untuk menerima transferan pembeli sekaligus membayar belanja kebutuhan dapur keluarga.

"Begitu uang transferan pelanggan masuk ke rekening pribadi, secara psikologis pemilik usaha merasa memiliki banyak uang tunai. Akhirnya saldo tersebut tanpa sadar terpakai untuk jajan anak, beli baju, atau bayar cicilan pribadi. Saat suplier daging atau tepung menagih pembayaran, barulah mereka panik kebingungan mencari dana talangan pinjaman online," terang Tri dalam seminar literasi finansial wirausaha di Surabaya.

Tri menyarankan langkah pertama yang mutlak dilakukan setiap pebisnis pemula adalah membuka dua rekening perbankan terpisah: satu rekening khusus operasional usaha, dan satu rekening pribadi. Pemilik usaha hendaknya menetapkan "gaji bulanan tetap" untuk diri sendiri, dan tidak diperbolehkan mengambil uang kas toko di luar batas gaji tersebut.

Menghitung HPP Lengkap Termasuk Biaya Tersembunyi

Kelemahan kedua yang kerap membuat UMKM boncos tanpa disadari adalah penetapan harga jual produk yang hanya memperhitungkan biaya bahan baku utama, tanpa menyertakan variabel biaya operasional tak kasat mata.

Bagus Prasetyo (34), pemilik usaha katering nasi kotak di Rungkut, menceritakan pengalamannya saat hampir gulung tikar pada tahun kedua usahanya berjalan karena salah rumus hitung modal.

"Waktu awal jualan, saya cuma hitung harga beras, ayam, dan minyak goreng. Saya lupa memperhitungkan biaya gas elpiji, penyusutan wajan teflon, kantong kresek, stiker merek, hingga biaya listrik kulkas penyimpan daging. Kelihatannya untung Rp 5.000 per kotak, padahal setelah dihitung teliti biaya operasional riilnya, saya sebenarnya rugi Rp 1.500 per porsi yang terjual," kenang Bagus jujur.

Setelah menerapkan pencatatan HPP digital dan mengoreksi formula margin laba bersih minimal 25 persen, usaha katering milik Bagus perlahan pulih dan kini mampu membukukan arus kas positif yang teratur setiap penutupan buku akhir bulan.

Bagus kini juga menerapkan aturan ketat bahwa keuntungan bersih usaha wajib disisihkan minimal 30 persen ke pos dana darurat bisnis guna mengantisipasi lonjakan harga sembako musiman jelang hari raya.

Pemisahan pos dana operasional ini terbukti menyelamatkan usahanya saat harga cabai rawit melonjak tajam beberapa bulan lalu, karena ia memiliki cadangan kas stabil untuk menahan margin harga tanpa mengecewakan pelanggan setianya.

Manfaatkan Aplikasi Buku Kas Digital Sederhana

Di era ponsel pintar saat ini, pencatatan pembukuan tidak lagi menuntut buku folio bergaris yang rumit. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan deretan aplikasi kasir dan buku kas digital gratisan yang mudah dioperasikan langsung dari genggaman.

Dengan mencatat setiap pengeluaran sekecil apa pun setiap hari, pemilik usaha memiliki kompas finansial yang jernih untuk mengambil keputusan strategis, seperti kapan saat yang tepat menambah tenaga kerja atau kapan harus menahan ekspansi cabang baru.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM