Jumat, 25 September 2026 | 01:47 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Hiburan / Kisah Heroik Penjaga Terumbu Karang Wakatobi...
Hiburan

Kisah Heroik Penjaga Terumbu Karang Wakatobi Diangkat ke Layar Lebar: Suguhkan Sinematografi Bawah Laut Menakjubkan

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Kisah Heroik Penjaga Terumbu Karang Wakatobi Diangkat ke Layar Lebar: Suguhkan Sinematografi Bawah Laut Menakjubkan
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

JAKARTA, BERITA VIRAL TERKINI — Jagat perfilman dokumenter tanah air kembali menorehkan prestasi membanggakan. Film dokumenter panjang orisinal bertajuk "Nafas Samudra" yang merekam perjuangan gigih komunitas nelayan adat suku Bajo di Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, resmi diputar serentak di bioskop jaringan nasional dan langsung memanen tepuk tangan meriah dari para penonton.

Karya sinema berdurasi 95 menit ini menyajikan panorama visual bawah laut beresolusi ultra-tinggi yang memperlihatkan keindahan atol karang penghalang terbesar kedua di dunia, sekaligus mengupas getirnya ancaman bom ikan liar yang sempat merusak habitat penyu dan ikan karang lokal.

Merekam Kehidupan Suku Penjelajah Laut Tanpa Tabung Oksigen

Sutradara film "Nafas Samudra", Aryo Danusiri (38), menuturkan bahwa proses syuting memakan waktu hampir dua tahun penuh di tengah laut lepas. Tim produksi harus tinggal membaur bersama masyarakat rumah panggung terapung di Pulau Wangi-Wangi guna mendapatkan perspektif narasi yang intim dan tidak berjarak.

"Kami tidak ingin membuat film dokumenter yang bernada menggurui atau sekadar menjual eksotisme wisata. Inti dari film ini adalah keteladanan para penyelam bebas Bajo yang mampu menyelam hingga kedalaman 25 meter hanya dengan satu tarikan nafas dan kacamata kayu tradisional demi menanam kembali pecahan bibit karang (*coral transplantation*)," tutur Aryo saat ditemui usai gala premier di Jakarta Pusat.

Salah satu tokoh utama dalam film, La Ode Bahar (51), mantan pemburu karang yang kini beralih menjadi ketua kelompok pelindung terumbu karang desa, membagikan kisahnya di depan ratusan penonton yang memadati gedung bioskop.

"Dulu kami tidak tahu kalau karang itu hewan hidup yang butuh puluhan tahun untuk tumbuh satu jengkal. Begitu karang hancur, ikan-ikan kecil hilang dan kami nelayan harus melaut makin jauh ke samudera lepas. Lewat film ini, saya ingin anak-anak muda di perkotaan tahu bahwa menjaga laut adalah menjaga hidup kita bersama," ujar La Ode dengan mata berkaca-kaca.

Tepuk tangan bergemuruh di dalam studio bioskop saat adegan penutup memperlihatkan ratusan tukik penyu hijau berenang bebas menuju perairan terumbu karang yang telah pulih menghijau.

Pujian Kritis dan Penggunaan Tata Suara Berimbang

Kritikus film nasional, Danu Setiawan, memuji keberanian tim produksi yang menolak penggunaan narasi suara latar (*voice-over*) kaku. Film ini membiarkan suara deburan ombak, gemeretak cangkang kepiting di dasar laut, serta senandung doa leluhur suku Bajo mengalir alami menuntun emosi penonton.

"Visual sinematografinya sangat megah, setara dengan dokumenter alam liar kelas internasional seperti produksi BBC atau National Geographic. Namun jiwa dari film ini tetap kental dengan kearifan lokal nusantara yang sangat menyentuh batin penonton kota," puji Danu dalam ulasan medianya.

Produser eksekutif mengumumkan bahwa sebagian dari hasil penjualan tiket bioskop akan disalurkan secara transparan ke kas yayasan konservasi laut Wakatobi guna membiayai pengadaan bahan jaring tali bibit karang dan kapal patroli lingkungan masyarakat adat.

Inisiatif donasi mandiri ini disambut antusias oleh berbagai komunitas pecinta alam dan organisasi kepemudaan yang menggelar acara nonton bareng di berbagai kota besar.

Rencana Pemutaran Keliling ke Sekolah Pesisir

Setelah merampungkan jadwal tayang di bioskop komersial ibu kota, tim dokumenter berencana menggelar program layar tancap keliling ke puluhan desa pesisir dan sekolah menengah kejuruan maritim di wilayah Indonesia timur.

Edukasi audiovisual ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap kedaulatan laut nusantara serta menginspirasi lebih banyak inisiatif pelestarian lingkungan mandiri di berbagai pantai tanah air.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM