Senin, 28 September 2026 | 16:51 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Teknologi & AI / Startup Asal Yogyakarta Luncurkan Aplikasi AI...
Teknologi & AI

Startup Asal Yogyakarta Luncurkan Aplikasi AI Pendeteksi Dini Hama Cabai: Cukup Foto Daun Menggunakan Ponsel

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Startup Asal Yogyakarta Luncurkan Aplikasi AI Pendeteksi Dini Hama Cabai: Cukup Foto Daun Menggunakan Ponsel
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

SLEMAN, BERITA VIRAL TERKINI — Ancaman gagal panen komoditas cabai merah dan cabai rawit akibat serangan hama kutu kebul serta virus kuning antraknosa yang kerap memukul perekonomian petani holtikultura kini mendapat penawar berbasis teknologi digital. Sebuah startup agritech rintisan sekumpulan alumni muda Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi merilis aplikasi ponsel pintar gratis bernama "TaniCerdas AI" yang mampu mengenali penyakit tanaman cabai secara instan hanya melalui jepretan kamera ponsel.

Aplikasi yang dirancang ringan dan hemat kuota internet ini memanfaatkan kecerdasan buatan model visi komputer (*computer vision*) yang telah dilatih menggunakan lebih dari seratus ribu kumpulan data gambar daun tanaman holtikultura tropis di Indonesia. Petani tidak perlu lagi menebak-nebak jenis penyakit yang menyerang ladang mereka.

Kemudahan Diagnosis Tanpa Perlu Menunggu Penyuluh Lapangan

Keterlambatan petani dalam mendiagnosis gejala awal serangan penyakit sering kali berujung pada penyemprotan pestisida kimia secara berlebihan yang justru merusak kesuburan tanah dan menguras modal bertani.

Salah seorang pendiri TaniCerdas AI, Ilham Satria (26), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Petani di pelosok desa sering kali bingung membedakan antara daun yang menguning karena kekurangan unsur hara nitrogen atau karena terinfeksi virus gemini bawaan kutu daun. Dengan aplikasi kami, petani cukup mengarahkan kamera ponsel ke helai daun yang berbercak, klik tombol foto, dan dalam waktu kurang dari dua detik AI akan memunculkan nama penyakit beserta rekomendasi penanganan organiknya secara detail." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Selain memberikan diagnosis visual, sistem juga merekomendasikan takaran racikan pestisida nabati berbahan daun mimba atau serai wangi yang dapat diracik sendiri oleh petani di gubuk ladang dengan biaya sangat murah.

Diuji Nyata oleh Kelompok Tani Lereng Gunung Merapi

Efektivitas aplikasi ini telah diuji coba secara nyata oleh puluhan anggota kelompok tani cabai di kawasan Pakem dan Turi, Sleman, selama musim tanam kemarau basah tahun ini.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Ketua kelompok tani cabai Sumber Makmur, Pak Darmo (49), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Dulu kalau daun cabai mulai keriting menggulung, kami asal semprot obat kimia mahal sampai jutaan rupiah tapi cabainya tetap mati layu. Pas coba pakai aplikasi ini, ternyata disarankan cukup semprot air rendaman bawang putih dan kurangi pupuk urea. Hasilnya pohon cabai kami kembali berbuah lebat dan biaya beli obat kimia bisa hemat hampir separuh." tuturnya dengan mata berbinar.

Aplikasi ini juga dilengkapi fitur forum diskusi daring antarsesama petani lintas kabupaten untuk saling bertukar informasi mengenai fluktuasi harga jual cabai di tingkat tengkulak secara transparan.

Fitur Unggulan Aplikasi TaniCerdas AI

Pengembang menyematkan sejumlah fitur ramah pengguna yang disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan petani pedesaan:

  • Dukungan Mode Luar Jaringan (Offline): Database model AI dapat diunduh sebelumnya sehingga diagnosis tetap berfungsi lancar di tengah ladang tanpa sinyal internet.
  • Panduan Suara Bahasa Daerah: Dilengkapi fitur audio pembaca berbahasa Jawa dan Sunda untuk memudahkan petani sepuh yang kesulitan membaca teks kecil ponsel.
  • Kalkulator Dosis Pupuk Presisi: Menghitung takaran pupuk berimbang sesuai luas petak lahan guna mencegah pemborosan biaya pemupukan berlebih.

Inovasi agritech karya anak bangsa ini membuktikan bahwa adopsi kecerdasan buatan tingkat tinggi dapat dihadirkan secara membumi, fungsional, dan memberikan dampak ekonomi riil dalam menopang ketahanan pangan para pahlawan pertanian nusantara.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM