Jumat, 25 September 2026 | 01:47 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Bisnis & Finansial / Waspada Modus Titip Modal Ternak Digital:...
Bisnis & Finansial

Waspada Modus Titip Modal Ternak Digital: Kenali Ciri Investasi Bodong Berkedok Bagi Hasil Harian Tak Masuk Akal

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Waspada Modus Titip Modal Ternak Digital: Kenali Ciri Investasi Bodong Berkedok Bagi Hasil Harian Tak Masuk Akal
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

JAKARTA TIMUR, BERITA VIRAL TERKINI — Maraknya promosi investasi digital yang memanfaatkan media sosial dan grup percakapan pesan instan kian membutuhkan kewaspadaan ekstra dari masyarakat luas. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali membongkar dan memblokir puluhan aplikasi investasi bodong berkedok program kemitraan budidaya peternakan sapi perah dan domba digital yang telah menelan kerugian dana nasabah hingga puluhan miliar rupiah.

Modus penipuan berkedok agrobisnis modern ini menyasar masyarakat awam dan ibu rumah tangga dengan iming-iming keuntungan pasif harian tanpa risiko yang mustahil diwujudkan dalam logika ekonomi riil. Kemasan aplikasi modern dan promosi agresif pemengaruh media sosial kerap membuat calon korban terperdaya menyerahkan uang tabungan masa depannya.

Mekanisme Skema Ponzi Klasik Berbalut Aplikasi Modern

Pelaku penipuan sengaja merancang antarmuka aplikasi ponsel tampak sangat profesional dengan menyematkan animasi sapi makan rumput, grafik pertumbuhan saldo harian, dan klaim legalitas izin usaha fiktif.

Analis investigasi kejahatan finansial digital, Satria Wibawa S.E., menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Calon korban dirayu untuk menyetor dana mulai dari lima ratus ribu rupiah untuk membeli satu unit anak sapi virtual di aplikasi. Pengelola menjanjikan keuntungan bagi hasil harian sebesar dua hingga tiga persen per hari yang ditransfer langsung ke rekening bank. Dalam sebulan, mereka menjanjikan uang modal korban akan berlipat ganda menjadi dua kali lipat tanpa perlu repot memberi makan ternak sungguhan. Ini murni tipu muslihat skema piramida Ponzi." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Pada bulan-bulan awal, penipu memang sengaja mencairkan dana bagi hasil secara lancar guna memancing korban menyetorkan uang tabungan dalam jumlah yang jauh lebih besar hingga puluhan juta rupiah, serta mengajak kerabat keluarga ikut bergabung.

Uang Hasil Korban Baru Dipakai Membayar Anggota Lama

Uang keuntungan yang dibagikan sesungguhnya bukanlah hasil penjualan susu atau daging sapi riil di peternakan, melainkan perputaran uang setoran dari anggota baru yang baru mendaftar di bawah jaringan korban.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Salah seorang korban penipuan peternakan digital, Ibu Rina (44), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Awalnya saya coba setor satu juta rupiah, tiap hari masuk transferan tiga puluh ribu rupiah lancar selama sebulan. Karena percaya, saya gadaikan cincin kawin dan ajak adik kandung ikut setor total empat puluh juta rupiah. Pas mau tarik modal di bulan ketiga, aplikasi mendadak eror tidak bisa dibuka dan nomor admin grup WhatsApp langsung memblokir kami." tuturnya dengan mata berbinar.

Begitu aliran setoran pengguna baru mulai melambat, sindikat penipu langsung menutup server aplikasi secara sepihak dan membawa kabur seluruh simpanan uang nasabah ke rekening penampung luar negeri.

Tiga Kriteria Wajib Memeriksa Legalitas Investasi (Prinsip 2L)

OJK mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi legalitas dan kewajaran penawaran investasi sebelum menyetorkan uang:

  • Legalitas Izin Otoritas Resmi: Periksa apakah platform mengantongi izin penghimpunan dana publik resmi dari OJK atau Bappebti, bukan sekadar NIB dagang umum.
  • Logika Imbal Hasil Bisnis: Waspadai janji keuntungan pasti di atas suku bunga perbankan tanpa adanya risiko fluktuasi harga komoditas.
  • Ketiadaan Keharusan Merekrut Downline: Investasi riil tidak pernah membebankan syarat wajib merekrut orang lain untuk bisa menarik saldo modal sendiri.

Membekali diri dengan literasi keuangan yang kritis dan tidak mudah tergiur jalan pintas kaya instan adalah perisai terkuat dalam menjaga keutuhan tabungan keluarga dari ancaman sindikat kejahatan finansial modern.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM