Jumat, 25 September 2026 | 02:21 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Gaya Hidup / Mengenal Pola Makan Mindful Eating: Cara...
Gaya Hidup

Mengenal Pola Makan Mindful Eating: Cara Cerdas Hentikan Kebiasaan Makan Berlebih Saat Stres Kerja Melanda

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Mengenal Pola Makan Mindful Eating: Cara Cerdas Hentikan Kebiasaan Makan Berlebih Saat Stres Kerja Melanda
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

JAKARTA BARAT, BERITA VIRAL TERKINI — Tekanan tenggat waktu pekerjaan kantor dan beban emosional kehidupan kota metropolitan sering kali memicu respons biologis yang tidak sehat berupa perilaku makan berlebihan secara impulsif (*emotional eating*). Tanpa disadari, setoples kue kering manis atau seporsi makanan cepat saji berminyak ludes dilahap di depan layar komputer hanya untuk meredakan rasa cemas sesaat, yang pada akhirnya berujung pada rasa bersalah, kenaikan berat badan drastis, dan gangguan lambung.

Di tengah maraknya tren diet ketat yang menyiksa, pendekatan kesadaran penuh saat bersantap alias mindful eating hadir sebagai solusi psikologis dan nutrisi yang mengembalikan hubungan harmonis antara pikiran manusia dengan makanan di atas piringnya.

Membedakan Antara Lapar Fisik dan Lapar Emosional

Kunci awal dari mindful eating adalah melatih kepekaan mendengarkan sinyal biologis tubuh untuk mengenali apakah rasa lapar yang muncul berasal dari lambung yang kosong atau sekadar pelarian pikiran yang sedang tertekan.

Psikolog klinis dan pemerhati pola makan sadar, Tara De Thouars M.Psi., menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Lapar fisik itu datangnya bertahap, ditandai perut yang berbunyi keroncongan, dan kita terbuka memakan makanan sehat apa saja seperti nasi lauk pauk biasa. Sebaliknya, lapar emosional datangnya mendadak, sangat spesifik menuntut makanan berkalori tinggi seperti cokelat manis, gorengan renyah, atau boba manis, dan kita merasa harus segera memakannya detik itu juga. Mengenali jeda pemicu ini adalah separuh kemenangan mengendalikan nafsu makan." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Memberi jeda waktu sepuluh menit dengan meneguk segelas air putih hangat dan menarik napas dalam-dalam terbukti efektif meredakan dorongan lapar emosional palsu yang dipicu hormon kortisol stres.

Ritual Mengunyah Perlahan Tanpa Gangguan Layar Gawai

Praktik mindful eating menuntut kehadiran pikiran seutuhnya saat menyantap hidangan, menjauhkan ponsel pintar dan mematikan tayangan televisi selama waktu makan berlangsung.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Seorang praktisi mindful eating asal Jakarta, Amanda Clarissa (29), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Dulu waktu makan siang di kantor, tangan kanan pegang sendok tapi tangan kiri terus scroll media sosial atau balas chat klien. Makanannya habis dalam lima menit tapi lidah dan otak rasanya belum merasa makan sama sekali, akhirnya sore hari cari camilan lagi. Sekarang saya biasakan mengunyah perlahan tiga puluh kali tiap suapan, meresapi aroma dan tekstur makanannya. Porsi makan saya turun separuh tapi rasa kenyangnya bertahan jauh lebih lama." tuturnya dengan mata berbinar.

Lambung manusia membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit untuk mengirimkan sinyal hormon leptin penanda rasa kenyang ke pusat pengendali nafsu makan di otak hipotalamus.

Empat Langkah Sederhana Memulai Mindful Eating Harian

Terapkan langkah-langkah praktis berikut di setiap waktu jam makan Anda:

  • Hargai Penampilan Makanan: Luangkan waktu lima detik sebelum makan untuk mengamati warna, aroma, dan rasa syukur atas rezeki hidangan di piring Anda.
  • Letakkan Sendok di Sela Kunyahan: Turunkan sendok garpu ke piring saat sedang mengunyah makanan guna melatih ritme makan yang tenang dan santai.
  • Berhenti di Angka Kenyang 80 Persen: Ikuti filosofi bijak nenek moyang untuk berhenti makan sesaat sebelum perut terasa terlalu penuh dan begah sesak.

Mindful eating bukanlah program diet sementara yang membatasi kenikmatan hidup, melainkan seni merawat tubuh dengan cinta dan kesadaran penuh, membebaskan diri dari jeratan rasa bersalah menuju kesehatan fisik dan ketenangan mental yang hakiki.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM