Senin, 28 September 2026 | 16:51 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Otomotif / Tips Aman Melintasi Turunan Curam Pegunungan:...
Otomotif

Tips Aman Melintasi Turunan Curam Pegunungan: Optimalkan Engine Brake dan Pantang Injak Rem Terus Menerus

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Tips Aman Melintasi Turunan Curam Pegunungan: Optimalkan Engine Brake dan Pantang Injak Rem Terus Menerus
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

KUNINGAN, BERITA VIRAL TERKINI — Menjelajahi keindahan destinasi wisata alam di dataran tinggi pegunungan menyuguhkan pemandangan lanskap bukit yang memikat mata, namun rute perjalanan menanjak dan menurun curam menuntut keterampilan berkendara yang mumpuni dari para pengemudi mobil. Rentetan insiden kecelakaan tragis di turunan tajam pegunungan yang kerap menelan korban jiwa hampir selalu dipicu oleh fenomena rem blong akibat kesalahan pengemudi yang terus-menerus menginjak pedal rem di sepanjang jalan menurun.

Memahami teknik pengereman mesin alias engine brake pada mobil transmisi manual maupun transmisi otomatis (matik) adalah pengetahuan keselamatan paling mendasar yang wajib dikuasai setiap pengemudi sebelum melintasi jalur ekstrem perbukitan.

Bahaya Fatal Vapour Lock Akibat Panas Kampas Rem Ekstrem

Banyak pengemudi awam mengandalkan injakan pedal rem kaki secara konstan di sepanjang jalur turunan panjang dengan posisi tuas transmisi tetap berada di posisi gigi tinggi (D atau netral).

Instruktur keselamatan berkendara defensif, Jusri Pulubuhu, menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Ketika kampas rem menjepit piringan cakram secara terus-menerus tanpa jeda pendinginan, gesekan gesek tersebut akan menghasilkan panas ekstrem melampaui tiga ratus derajat Celsius. Suhu panas luar biasa ini akan merambat ke kaliper dan mendidihkan minyak rem (*brake fluid*) di dalam selang hidrolik. Titik didih minyak rem yang terlampaui akan memicu gelembung udara uap air di saluran rem alias fenomena vapour lock. Akibatnya, saat pedal rem diinjak, pedal akan terasa ambles ke lantai mobil dan rem kehilangan daya cengkeram alias blong total." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Selain vapour lock, panas ekstrem juga memicu fenomena brake fade di mana permukaan kampas rem mengeras seperti kaca licin dan kehilangan daya friksi gesekan terhadap piringan cakram besi.

Teknik Memanfaatkan Engine Brake pada Mobil Manual dan Matik

Satu-satunya cara menahan laju bobot mobil seberat lebih dari satu ton di turunan curam tanpa membebani rem cakram adalah memanfaatkan tahanan kompresi ruang bakar mesin (engine brake).

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Petugas pos pengamanan jalur tanjakan curam Cikidang, Bripka Anton (38), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Sebelum mobil memasuki bibir turunan tajam, pengemudi wajib memindahkan tuas gigi ke posisi rendah: gigi 2 atau gigi 1 pada mobil manual, atau geser tuas matik ke posisi L, 2, atau mode manual gear minus (-) pada mobil transmisi CVT. Suara dengungan mesin yang meraung di RPM tinggi itu sangat wajar dan aman karena kompresi mesin sedang menahan laju roda mobil secara hidrolik. Rem kaki cukup diinjak secara bertahap (kocok halus) sesekali saat kecepatan mulai melampaui batas aman." tuturnya dengan mata berbinar.

Dengan memanfaatkan engine brake gigi rendah, piringan rem cakram mobil akan tetap dingin dan siap bekerja mencengkeram maksimal jika sewaktu-waktu ada rintangan mendadak di depan jalan.

Protokol Darurat Jika Rem Mobil Mulai Terasa Ambles

Jika Anda merasakan tanda-tanda rem mulai memudar atau pedal rem terasa kenyal ambles di jalan turunan pegunungan, lakukan langkah darurat berikut dengan tenang:

  • Jangan Panik dan Jangan Matikan Mesin: Mematikan mesin mobil akan mengunci setang kemudi dan mematikan fungsi booster rem hidrolik yang justru memperparah bahaya.
  • Turunkan Gigi Transmisi Secara Bertahap: Pindahkan tuas transmisi secara bertahap ke posisi gigi terendah (gigi 1 atau L) untuk memaksa laju mobil melambat drastis.
  • Tarik Rem Tangan Perlahan: Tarik tuas rem parkir tangan secara bertahap sambil menekan tombol pengunci agar roda belakang tidak terkunci selip berputar balik.
  • Arahkan Ban ke Jalur Penyelamat: Jika laju mobil tetap tidak terkendali, arahkan moncong ban mobil ke jalur penyelamat pasir darurat (*emergency escape ramp*) di tepi jalan tebing.

Kunci utama keselamatan berkendara di jalur perbukitan pegunungan bukanlah keberanian memacu kecepatan, melainkan kerendahan hati mengendalikan emosi dan kecakapan teknis memanfaatkan engine brake demi menjaga seluruh anggota keluarga tiba dengan selamat di tujuan.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM