Senin, 28 September 2026 | 16:51 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Tren Viral / Aksi Gotong Royong Emak-Emak Magelang Tanam...
Tren Viral

Aksi Gotong Royong Emak-Emak Magelang Tanam 5 Ribu Pohon Bambu: Benteng Alami Tebing Jurang Longsor

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Aksi Gotong Royong Emak-Emak Magelang Tanam 5 Ribu Pohon Bambu: Benteng Alami Tebing Jurang Longsor
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

MAGELANG, BERITA VIRAL TERKINI — Pemandangan luar biasa sarat ketangguhan perempuan pedesaan tampak di lereng perbukitan Menoreh kawasan Sumbing, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Puluhan ibu-ibu petani yang tergabung dalam kelompok Wanita Tani Hijau Lestari memimpin aksi massal penanaman lima ribu bibit pohon bambu petung di sepanjang bibir tebing jurang kritis yang rawan runtuh saat musim hujan deras tiba.

Kawasan lereng terjal yang sempat mengalami retakan tanah sepanjang puluhan meter pasca musim kemarau panjang lalu ini kini dihijaukan kembali melalui gerakan pelestarian ekologis berbasis kearifan lokal. Pohon bambu dipilih karena sistem perakarannya yang rapat dan elastis terbukti menjadi jaring paku bumi alami terbaik dalam menahan pergeseran massa tanah lereng.

Kekuatan Sistem Perakaran Serabut Rapat Bambu Petung

Berbeda dari pohon berkayu keras yang berakar tunggang dan justru dapat membebani kestabilan tanah tebing yang labil, rumpun bambu memiliki jaringan rimpang akar serabut (*rhizome*) yang saling mengikat butiran tanah liat hingga kedalaman tiga meter.

Ketua Kelompok Wanita Tani Magelang, Ibu Siti Maryam (50), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Tebing jurang di belakang pemukiman kami kemiringannya hampir tujuh puluh derajat. Kalau cuma mengandalkan tembok semen penahan tanah dari proyek dinas, biayanya ratusan juta dan sering jebol diterjang air bah gunung. Bambu petung ini akarnya seperti anyaman kawat jaring baja alami yang mengikat lereng jurang. Makin sering dipotong batangnya, akarnya justru tumbuh makin rapat dan menyimpan cadangan air tanah yang melimpah untuk mata air sumur warga." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Para emak-emak perkasa ini dengan cekatan menggendong bibit bambu seberat belasan kilogram menuruni tebing jurang menggunakan selendang kain jarik tanpa rasa takut sedikit pun.

Potensi Ekonomi Rebung dan Kerajinan Anyaman Masa Depan

Penanaman rumpun bambu ini tidak hanya berfungsi sebagai benteng penangkal bencana alam, melainkan juga dirancang menjadi sumber penghasilan ekonomi baru bagi keluarga pedesaan dalam tiga tahun ke depan.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Kepala Desa setempat, Pak Haryanto (47), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Kami sangat bangga dengan inisiatif ibu-ibu tani desa kami. Rebung tunas muda bambu petung bisa dipanen berkala untuk bahan sayur dan isian lumpia yang laku dijual ke pasar kota, sementara batang bambu tuanya bisa dimanfaatkan bapak-bapak untuk bahan kerajinan anyaman besek dan mebel kursi bambu bernilai jual tinggi." tuturnya dengan mata berbinar.

Aksi tangguh emak-emak penanam bambu ini menuai pujian luas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai model percontohan mitigasi bencana berbasis komunitas terbaik di Jawa Tengah.

Keunggulan Pohon Bambu Bagi Konservasi Lahan Kritis

Pakar hidrologi lingkungan mencatat sejumlah keistimewaan ekologis pohon bambu tropis:

  • Daya Cengkeram Erosi Tertinggi: Mampu mengurangi laju erosi permukaan tanah lereng hingga sembilan puluh persen saat diguyur curah hujan ekstrem.
  • Penyimpan Cadangan Air Bersih: Rumpun bambu menyerap dan menyimpan air hujan di pori-pori tanah, menghidupkan kembali mata air pedesaan yang sempat mati.
  • Penyerap Karbon Dioksida Masif: Melepaskan oksigen 35 persen lebih banyak ke atmosfer dibanding hutan kayu biasa dengan luasan area yang setara.

Gerakan emak-emak penanam bambu di Magelang membuktikan bahwa naluri keibuan dalam menjaga keselamatan keluarga mampu menjelma menjadi benteng ketahanan ekologis yang kokoh, merawat keselamatan bumi pertiwi melintasi pergantian musim.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM