Senin, 28 September 2026 | 16:51 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Teknologi & AI / Sistem Irigasi Tetes Otomatis Berbasis Panel...
Teknologi & AI

Sistem Irigasi Tetes Otomatis Berbasis Panel Surya Hemat Air di Lahan Kering Sumba: Panen Sayur Melimpah

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Sistem Irigasi Tetes Otomatis Berbasis Panel Surya Hemat Air di Lahan Kering Sumba: Panen Sayur Melimpah
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

SUMBA TIMUR, BERITA VIRAL TERKINI — Hamparan sabana kering berkerikil di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, kini bertransformasi menjadi oasis perkebunan hortikultura yang menghijau menyejukkan mata. Kelompok tani lokal bersama relawan teknologi energi terbarukan sukses mengimplementasikan sistem irigasi tetes otomatis yang ditenagai panel surya fotovoltaik, menyalurkan air sumur bor secara presisi langsung ke akar tanaman tomat, cabai, dan semangka dengan efisiensi penghematan air hingga 75 persen.

Wilayah Sumba Timur yang memiliki musim kemarau panjang hingga sembilan bulan dalam setahun selama berpuluh tahun menghadapi kesulitan air ekstrem, menyebabkan lahan-lahan pertanian tidur terbengkalai tanpa hasil pangan produktif.

Sensor Kelembapan Tanah Pengatur Debit Pompa Tenaga Surya

Sistem irigasi modern ini bekerja secara cerdas berkat penanaman sensor kelembapan tanah kapasitif di setiap baris bedeng tanaman.

Koordinator Proyek Irigasi Surya Sumba, Maria Rosalina (31), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Air di tanah Sumba adalah tetesan emas yang sangat berharga dan tidak boleh terbuang percuma melalui penggenangan parit tradisional. Panel surya menggerakkan pompa submersible untuk menaikkan air ke tandon penampung gravitasi. Katup solenoid membuka aliran irigasi tetes hanya saat sensor mendeteksi tanah di sekitar perakaran tanaman mulai mengering di bawah ambang batas optimal, memastikan air meresap sempurna tanpa mengalami penguapan terik matahari." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Pipa-pipa tetes dilengkapi nozel mikro bertekanan rendah yang mendistribusikan nutrisi pupuk organik cair secara merata ke setiap pohon sayur.

Panen Perdana Semangka Manis dan Cabai Rawit Melimpah

Inovasi irigasi tetes surya ini membuahkan hasil panen raya perdana yang membangkitkan senyum kebahagiaan para petani pedalaman Sumba.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Sabana Makmur, Umbu Maramba (46), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Dulu tanah berbatu ini cuma bisa ditumbuhi rumput ilalang kering untuk gembala kuda. Kami tidak pernah membayangkan tanah tandus ini sekarang bisa menghasilkan semangka merah manis berbobot delapan kilo dan pohon cabai berbuah lebat di tengah musim panas terik. Kami tidak perlu lagi memikul ember air berkilo-kilo meter setiap sore." tuturnya dengan mata berbinar.

Hasil panen sayur segar kini mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal kota Waingapu dan mendongkrak perekonomian puluhan kepala keluarga desa.

Pilar Utama Keberhasilan Irigasi Tetes di Wilayah Semi-Arid

Pengelolaan air cerdas di lahan kering menuntut kedisiplinan operasional sistem:

  • Pemasangan Mulsa Penutup Bedeng Tanaman: Menggunakan jerami kering atau mulsa plastik perak untuk menekan laju penguapan air dari permukaan tanah.
  • Pembersihan Berkala Filter Saringan Pasir: Menguras tabung saringan air secara rutin guna mencegah penyumbatan butiran pasir kapur pada lubang emitter tetes.
  • Penjadwalan Pengairan di Pagi dan Sore Hari: Mengalirkan air saat temperatur udara lingkungan bersuhu sejuk agar penyerapan nutrisi akar maksimal.

Keberhasilan irigasi tetes tenaga surya di Sumba membuktikan bahwa perpaduan inovasi teknologi tepat guna dan kearifan lokal mampu menaklukkan keterbatasan alam, mengubah lahan tandus menjadi lumbung pangan yang makmur dan menyejahterakan rakyat.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi tepat guna, berbagai tantangan di lapangan dapat diurai secara bertahap demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warga.

Upaya kolaboratif antara pemangku kepentingan, praktisi ahli, dan komunitas warga setempat senantiasa dibutuhkan untuk mengawal kesinambungan program ini agar dampaknya dapat dirasakan lebih luas dan merata hingga ke generasi mendatang.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM