Senin, 28 September 2026 | 16:50 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Tren Viral / Warga Desa di Pacitan Gotong Royong...
Tren Viral

Warga Desa di Pacitan Gotong Royong Buat Sumur Resapan Air Hujan Cegah Kekeringan: Cadangan Air Berlimpah

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Warga Desa di Pacitan Gotong Royong Buat Sumur Resapan Air Hujan Cegah Kekeringan: Cadangan Air Berlimpah
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

PACITAN, BERITA VIRAL TERKINI — Ancaman krisis air bersih menahun yang kerap melanda kawasan perbukitan karst tandus di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kini mulai teratasi berkat kecerdasan kearifan lokal warga desa. Puluhan kepala keluarga di lereng bukit bergotong royong menggali dan membangun ratusan unit sumur resapan air hujan (*rainwater harvesting*) sedalam empat meter di sekitar pekarangan rumah, menabung jutaan liter air hujan ke dalam akuifer tanah purba.

Sebelum adanya gerakan pembuatan sumur resapan swadaya ini, setiap memasuki bulan kemarau warga desa harus mengantre berjam-jam menanti kiriman tangki bantuan air bersih dari dinas sosial untuk kebutuhan minum dan memasak dapur.

Memasukkan Limpasan Air Hujan Atap Genteng ke Dalam Tanah

Konsep sumur resapan desa ini dibangun sangat sederhana namun memiliki daya tampung penyerapan air yang sangat tinggi saat musim hujan tiba.

Ketua Paguyuban Petani Konservasi Air, Mbah Joyo (58), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Dulu air hujan deras dari genteng rumah cuma kita biarkan mengalir liar mengikis tanah subur ladang dan terbuang percuma ke sungai laut. Sekarang, kami pasang talang pipa paralon dari atap rumah yang menyalurkan seluruh air hujan ke dalam lubang sumur resapan berlapis susunan batu kali, ijuk aren, dan arang tempurung kelapa. Air hujan yang tersaring bersih ini meresap ke dalam batuan kapur dan menghidupkan kembali mata air sumur gali di lembah." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Hasilnya luar biasa membanggakan, debit air sumur gali warga di musim kemarau tahun ini tetap melimpah jernih dan tidak pernah mengalami kekeringan.

Kemandirian Pangan dan Kebun Sayur Pekarangan Menghijau

Ketersediaan cadangan air tanah yang melimpah berdampak langsung pada suburnya kebun tanaman pangan pekarangan warga desa.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Ibu rumah tangga warga desa, Sutiyem (44), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Sekarang kami tidak perlu lagi membeli air tangki keliling yang harganya mahal sekali. Air sumur kami sangat jernih dan segar untuk diminum sekeluarga. Pekarangan rumah yang dulu gersang tandus sekarang bisa ditanami pohon pisang, cabai rawit, dan terong yang hijau subur menghemat uang belanja dapur kami setiap hari." tuturnya dengan mata berbinar.

Keberhasilan desa di Pacitan ini kini dijadikan model percontohan konservasi air tanah mandiri oleh balai pengelolaan daerah aliran sungai tingkat provinsi.

Cara Efektif Membuat Sumur Resapan Air Hujan Rumah Tangga

Langkah sederhana menabung air hujan di halaman pemukiman:

  • Kedalaman Lubang Sumur Sesuai Lapisan Tanah: Menggali lubang berdiameter satu meter dengan kedalaman minimal tiga hingga empat meter sampai menemukan lapisan pasir serap.
  • Susunan Lapisan Penyaring Alami Bertingkat: Mengisi dasar sumur dengan pecahan batu split, lapisan ijuk hitam tebal, dan pecahan arang kayu sebagai filter alami.
  • Tutup Cor Beton Bertulang dengan Ventilasi Udara: Menutup bagian atas sumur resapan dengan plat cor beton aman agar tidak membahayakan anak-anak yang bermain.

Inisiatif gotong royong warga Pacitan menabung air hujan melalui sumur resapan membuktikan bahwa menjaga kelestarian alam adalah investasi terbaik yang menjamin kelangsungan hidup anak cucu generasi masa depan.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi tepat guna, berbagai tantangan di lapangan dapat diurai secara bertahap demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warga.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM