BANDUNG, BERITA VIRAL TERKINI — Ancaman polusi udara perkotaan yang kian mengkhawatirkan kesehatan pernapasan masyarakat direspon secara solutif oleh tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka sukses merancang alat pemantau kualitas udara cerdas berukuran saku (*portable air quality monitor*) berbasis sensor hamburan sinar laser optik yang mampu mendeteksi konsentrasi partikel mikro berbahaya PM2.5 dan gas karbon monoksida secara waktu nyata (*real-time*) dengan akurasi tinggi.
Partikel debu mikro PM2.5 yang berukuran tiga puluh kali lebih tipis dari sehelai rambut manusia memiliki potensi bahaya laten karena mampu menembus jauh ke dalam alveolus paru-paru dan pembuluh darah tanpa dapat disaring oleh bulu hidung manusia.
Desain Ringkas Berdaya Baterai Tahan Operasional 24 Jam
Alat pemindai polusi udara karya mahasiswa teknik fisika ini berbobot ringan di bawah dua ratus gram dan dilengkapi layar OLED mini berwarna.
Ketua Tim Peneliti Mahasiswa ITB, Muhammad Rayhan (22), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Alat stasiun pemantau udara resmi pemerintah biasanya berukuran sangat besar dan titik penempatannya terbatas hanya di beberapa sudut kota. Alat buatan kami berukuran saku sehingga bisa digantung di setang sepeda, tas ransel anak sekolah, atau ditaruh di dalam kabin mobil. Sensor laser optik membaca kerapatan partikel udara setiap tiga detik dan menampilkan indeks standar pencemar udara (ISPU) beserta peringatan alarm getar jika kadar polusi udara sudah masuk kategori tidak sehat untuk bernapas." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.
Alat ini terhubung langsung dengan aplikasi telepon pintar melalui koneksi Bluetooth hemat energi untuk memetakan rute jalan yang bebas polusi.
Pemanfaatan Data Kerumunan Pengguna untuk Edukasi Publik
Jaringan data yang dihasilkan dari puluhan alat pemantau portabel ini mampu menciptakan peta sebaran kualitas udara mikro perkotaan yang sangat presisi.
Apresiasi serupa diungkapkan oleh Dosen Pembimbing Riset Instrumentasi Lingkungan, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.Sc, yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Inovasi ini sangat penting dalam membangun kesadaran literasi kesehatan udara di tengah masyarakat urban. Dengan memegang alat ukur sendiri, warga bisa tahu secara pasti kualitas udara di ruang kelas sekolah anak atau di rute lari pagi mereka. Data kerumunan ini bisa menjadi masukan berharga bagi dinas perhubungan dan dinas lingkungan hidup untuk mengatur kebijakan rekayasa lalu lintas dan penanaman pohon pelindung kota." tuturnya dengan mata berbinar.
Prototipe alat ini telah diuji banding dengan peralatan stasiun meteorologi resmi BMKG dan menunjukkan tingkat korelasi akurasi data mencapai sembilan puluh delapan persen.
Manfaat Memiliki Alat Pemantau Kualitas Udara Pribadi
Langkah preventif melindungi kesehatan keluarga dari bahaya polutan udara:
- Menentukan Waktu Tepat Beraktivitas di Luar Ruangan: Menghindari jadwal olahraga luar ruang saat grafik polusi udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 tinggi di atas ambang batas.
- Evaluasi Efektivitas Penyaring Udara Air Purifier Rumah: Mengukur langsung kemampuan pembersih udara di dalam kamar tidur untuk memastikan udara ruangan steril dari alergen.
- Panduan Disiplin Penggunaan Masker Medis Standar: Menggunakan masker respirator N95 saat indikator alat menunjukkan kualitas udara berada di level waspada bahaya.
Inovasi alat pemantau kualitas udara laser saku karya mahasiswa ITB membuktikan bahwa riset sains teknologi terapan mampu menjadi instrumen penting dalam melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya laten pencemaran udara modern.
Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.