Senin, 28 September 2026 | 16:50 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Tren Viral / Gotong Royong Emak-Emak di Pesisir Tuban...
Tren Viral

Gotong Royong Emak-Emak di Pesisir Tuban Bersihkan Sampah Jaring di Hutan Mangrove: Pulihkan Ekosistem Kepiting

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Gotong Royong Emak-Emak di Pesisir Tuban Bersihkan Sampah Jaring di Hutan Mangrove: Pulihkan Ekosistem Kepiting
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

TUBAN, BERITA VIRAL TERKINI — Dedikasi luar biasa dalam menjaga benteng kelestarian pesisir pantai utara Jawa diperlihatkan oleh kelompok perempuan nelayan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Puluhan ibu rumah tangga dan emak-emak pesisir secara rutin menyusuri rimbunnya akar tunjang hutan bakau mangrove untuk memotong dan mengangkat sampah jaring nelayan bekas (*ghost fishing nets*) dan sampah botol plastik yang melilit batang pohon bakau.

Sampah jaring nilon yang hanyut terbawa gelombang laut kerap tersangkut erat di akar mangrove, mencekik pertumbuhan tunas pohon pelindung abrasi pantai sekaligus memerangkap mati bibit kepiting bakau dan udang muara yang menjadi sumber nafkah nelayan kecil.

Berbekal Gunting dan Pisau Dapur Menerobos Lumpur Rawa Bakau

Mengenakan caping bambu dan sepatu karet bot, para emak-emak tangguh pesisir tanpa ragu berjalan menerobos lumpur rawa setinggi lutut.

Ketua Kelompok Perempuan Penjaga Mangrove, Ibu Siti Romlah (47), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Hutan bakau ini adalah benteng pertahanan rumah kami dari amukan ombak pasang rob laut Jawa, sekaligus tempat anak-anak kepiting bakau dan udang bertelur. Kalau akarnya tertutup sampah jaring nelayan dan kantong plastik kresek, pohon bakaunya pasti mati membusuk dan suami kami di rumah kesulitan mencari kepiting. Setiap hari Minggu pagi, kami ibu-ibu kumpul membawa gunting untuk memotongi jaring yang melilit akar bakau. Sampah plastik ini kami bersihkan agar laut kami tetap sehat memberi rezeki." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Dalam setiap aksi susur rawa bakau mingguan, kelompok emak-emak ini berhasil mengumpulkan lebih dari tiga kuintal sampah jaring dan limbah plastik.

Pulihnya Populasi Kepiting Bakau dan Tanggul Alami Bebas Banjir Rob

Inisiatif pelestarian lingkungan swadaya para perempuan pesisir ini membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan ekonomi keluarga nelayan.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Salah seorang nelayan penangkap kepiting, Kasturi (51), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Sejak hutan bakau dibersihkan secara rutin oleh emak-emak, air rawa bakau jadi jauh lebih bersih dan bening. Tangkapan kepiting bakau gemuk kami meningkat dua kali lipat dan kami bisa menjualnya dengan harga tinggi ke restoran seafood. Desa kami juga aman dari erosi abrasi air laut karena akar-akar pohon bakaunya tumbuh subur kokoh menahan hantaman ombak badai." tuturnya dengan mata berbinar.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan kalpataru perintis lingkungan atas dedikasi tanpa pamrih para ibu pesisir Tuban.

Langkah Melestarikan Ekosistem Hutan Mangrove Pesisir

Upaya terpadu menjaga benteng hijau pertahanan pantai tropis:

  • Larangan Pembuangan Jaring Rusak ke Laut Lepas: Mengedukasi nelayan agar membawa pulang jaring tangkap ikan yang sobek untuk diperbaiki di daratan.
  • Pembibitan dan Penanaman Bakau Berkala: Menancapkan bibit pohon bakau Rhizophora di titik-titik pantai yang mengalami pembabatan liar.
  • Ekowisata Edukasi Mangrove Berkelanjutan: Membangun jembatan titian kayu edukasi wisata mangrove guna menambah sumber penghasilan ekonomi desa.

Aksi gotong royong emak-emak penjaga mangrove di Tuban membuktikan bahwa kekuatan kepedulian perempuan pesisir adalah benteng penyelamat kelestarian laut nusantara, merawat ekosistem alam demi kemakmuran generasi anak cucu.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi tepat guna, berbagai tantangan di lapangan dapat diurai secara bertahap demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warga.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM