BOGOR, BERITA VIRAL TERKINI — Tingginya angka insiden kecelakaan kapal nelayan tradisional yang tenggelam dihantam badai laut direspon secara solutif melalui inovasi teknologi keselamatan maritim anak bangsa. Tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) sukses menciptakan prototipe rompi pelampung cerdas (*smart life jacket*) yang terintegrasi dengan modul pelacak satelit GPS dan sensor pemantau tanda vital denyut jantung pemakainya.
Ketika seorang nelayan terjatuh ke laut (*man overboard*), faktor kecepatan tim evakuasi Search and Rescue (SAR) menemukan titik koordinat korban dalam kurun waktu emas (*golden hour*) sebelum terjadi hipotermia menjadi penentu utama keselamatan nyawa nelayan.
Aktivasi Otomatis Sinyal Darurat SOS saat Tercebur ke Dalam Air Laut
Rompi pelampung cerdas ini dirancang bekerja secara mandiri tanpa memerlukan penekanan tombol manual dari korban yang mungkin dalam kondisi pingsan.
Ketua Tim Peneliti Instrumentasi Maritim IPB, Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M.Sc, menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Sensor konduktivitas air laut pada rompi langsung mengaktifkan modul pemancar darurat begitu nelayan tercebur ke air. Dalam waktu lima detik, rompi menembakkan sinyal koordinat lintang bujur GPS presisi melalui frekuensi radio maritim VHF dan jaringan satelit ke stasiun posko SAR terdekat. Sensor optik di bagian dada juga terus memantau denyut nadi jantung nelayan secara waktu nyata, sehingga tim penyelamat bisa memetakan tingkat kedaruratan kondisi kesehatan korban di tengah laut lepas." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.
Rompi dilengkapi kantong gas karbondioksida otomatis yang mengembang seketika menjaga posisi kepala korban selalu menghadap ke atas di permukaan air laut.
Lampu Suar Strobo LED Tenaga Baterai Air Garam
Keunggulan lain dari rompi pelampung keselamatan ini adalah sistem pencahayaan darurat yang menyala terang di malam hari berkat aktivasi baterai elektrolit air laut.
Apresiasi serupa diungkapkan oleh Kepala Kantor Basarnas Wilayah Maritim, Marsma TNI Bambang Supriyadi, yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Alat inovasi dari peneliti IPB ini sangat revolusioner untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan korban di laut lepas. Sering kali nelayan yang hilang di malam hari sangat sulit terlihat oleh helikopter pencari karena gelap gulita. Lampu suar strobo berkedip terang yang menyala otomatis saat terkena air garam ini mempermudah tim penyelamat mendeteksi posisi korban dari kejauhan hingga jarak lima mil laut." tuturnya dengan mata berbinar.
Rompi dirancang ergonomis dari bahan neoprena lentur yang tidak mengganggu keleluasaan gerak nelayan saat menarik jaring di atas geladak perahu.
Standar Keselamatan Wajib bagi Nelayan Tangkap Tradisional
Langkah preventif meminimalkan risiko kecelakaan kerja di perairan lepas:
- Wajib Menggunakan Rompi Pelampung Sepanjang Melaut: Membiasakan diri selalu mengenakan alat pelampung badan sejak kapal bertolak meninggalkan dermaga pelabuhan.
- Pantau Informasi Peringatan Dini Cuaca BMKG Maritim: Menunda pelayaran jika ada rilis peringatan dini gelombang tinggi dan siklon tropis dari otoritas resmi.
- Lengkapi Kapal dengan Alat Komunikasi Radio Laut: Memastikan radio komunikasi darurat kapal berfungsi baik untuk memanggil kapal nelayan lain saat mesin mati.
Inovasi rompi pelampung cerdas berbasis GPS karya peneliti IPB menjadi bukti nyata sumbangsih sains teknologi bangsa dalam melindungi keselamatan jiwa para pahlawan pangan maritim nusantara di tengah ganasnya samudra.
Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.