Jumat, 25 September 2026 | 01:47 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Gaya Hidup / Tren Puasa Medsos Meluas di Kalangan...
Gaya Hidup

Tren Puasa Medsos Meluas di Kalangan Anak Muda Jakarta: Simpan HP Pintar demi Ketenangan Pikiran

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Rabu, 16 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Tren Puasa Medsos Meluas di Kalangan Anak Muda Jakarta: Simpan HP Pintar demi Ketenangan Pikiran
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

JAKARTA, BERITA VIRAL TERKINI — Kalau Anda mampir ke sejumlah kedai kopi di kawasan Tebet atau Blok M pada akhir pekan, jangan heran bila melihat beberapa meja anak muda yang hening tanpa ada satu pun ponsel pintar tergeletak di atas meja. Sebagian dari mereka bahkan hanya membawa ponsel fitur lipat jadul yang cuma bisa dipakai telepon dan SMS.

Lelah Dikejar Notifikasi dan Rasa Cemas FOMO

Fenomena ini bukan karena ponsel mereka rusak atau tertinggal di rumah. Makin banyak generasi muda di kota-kota besar yang mulai jenuh dengan siklus scrolling tanpa henti di media sosial. Terus-menerus disuguhi algoritma video pendek dan kabar serbacepat rupanya membuat pikiran mudah lelah dan sulit fokus mengerjakan tugas harian.

Gerakan yang kerap disebut digital detox atau puasa medsos ini perlahan berubah jadi gaya hidup baru. Mereka sengaja menonaktifkan notifikasi aplikasi hiburan mulai Jumat sore hingga Minggu malam, atau menaruh smartphone di dalam laci meja kerja.

“Awalnya susah banget, tangan reflek mau rogoh saku tiap lima menit sekali. Tapi setelah dipaksa tiga hari cuma bawa HP jadul Nokia buat telepon keluarga, rasanya plong banget. Jam tidur saya yang tadinya berantakan sampai jam 2 pagi, sekarang jam 10 malam sudah bisa pulas tanpa overthinking,” cerita Nabila (22), mahasiswi tingkat akhir di Jakarta Selatan.

Pilihan Gawai Sederhana dan Rutinitas Offline

Tren ini juga memicu fenomena belanja yang cukup unik di pasar gawai bekas. Permintaan ponsel tanpa kamera pintar dan tanpa aplikasi medsos meningkat, terutama di kalangan pekerja kreatif usia 20-an. Selain beralih ke ponsel sederhana, mereka mengisi akhir pekan dengan aktivitas fisik:

  • Klub Membaca Buku Fisik: Komunitas berkumpul di taman kota untuk membaca buku bersama selama dua jam tanpa memegang ponsel sama sekali.
  • Jalan Kaki Pagi di Hutan Kota: Menikmati udara pagi dan berjalan santai di kawasan Gelora Bung Karno tanpa kewajiban mendokumentasikan momen ke media sosial.
  • Journaling Manual: Menuangkan ide dan rencana kerja mingguan ke buku catatan kertas menggunakan pena biasa.

💡 Dampak Positif Menurut Psikolog

Psikolog klinis mencatat bahwa mengurangi waktu tatap layar smartphone selama dua hari dalam sepekan terbukti menurunkan kadar hormon stres (kortisol) dan mengembalikan rentang konsentrasi alami saat kembali bekerja di hari Senin.

Menemukan Kembali Ketenangan Batin di Luar Layar Gawai

Gerakan puasa media sosial selama akhir pekan (*social media detox*) membantu anak-anak muda melepaskan diri dari jeratan kecemasan sosial, rasa takut ketinggalan tren (*FOMO*), dan kelelahan mental akibat paparan informasi digital tiada henti.

"Menyimpan ponsel pintar selama dua hari di akhir pekan membuat pikiran terasa sangat lapang dan tenang. Kita jadi punya waktu berkualitas membaca buku, merawat tanaman di balkon, dan mengobrol hangat bersama keluarga tanpa terdistraksi denting notifikasi layar." ungkap Penggagas Komunitas Puasa Medsos Jakarta, Nabila Putri (25), saat diwawancarai wartawan.

Tren membatasi waktu layar membuktikan bahwa generasi muda kian sadar akan arti penting kesehatan mental dan kualitas hubungan nyata di tengah hiruk-pikuk era digital.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif positif ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Keberhasilan inisiatif ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi dan kepedulian bersama mampu menjadi motor penggerak transformasi positif di masyarakat. Dengan saling merangkul dan mengoptimalkan potensi lokal yang ada, berbagai tantangan hidup di era modern dapat diatasi secara bijak dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM