Jumat, 25 September 2026 | 01:18 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Gaya Hidup / Bawa Wadah Sendiri dari Rumah: Menjamurnya...
Gaya Hidup

Bawa Wadah Sendiri dari Rumah: Menjamurnya Toko Isi Ulang (Bulk Store) Pangkas Sampah Plastik Rumah Tangga

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Bawa Wadah Sendiri dari Rumah: Menjamurnya Toko Isi Ulang (Bulk Store) Pangkas Sampah Plastik Rumah Tangga
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

SLEMAN, BERITA VIRAL TERKINI — Pemandangan berbelanja unik tampak di sebuah gerai berkonsep ramah lingkungan di kawasan Condongcatur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Deretan ibu rumah tangga dan mahasiswa tampak antre dengan membawa aneka botol kaca bekas sirup, toples selai kosong, dan kantong kain blacu dari rumah untuk mengisi ulang kebutuhan dapur harian mereka.

Gerai yang mengusung konsep toko curah mandiri alias bulk store ini menjadi simbol nyata pergeseran tren gaya hidup minim sampah (*zero waste*) yang kian mengakar kuat di kalangan masyarakat perkotaan, menawarkan alternatif belanja tanpa menghasilkan sampah kemasan saset plastik sekali pakai.

Belanja Sistem Timbang Bersih yang Ramah Kantong

Di dalam toko, pengunjung tidak akan menemukan rak pajangan produk berbungkus plastik warna-warni yang mencolok. Sebagai gantinya, tersedia deretan tabung dispenser kaca besar berisi aneka kebutuhan pokok mulai dari sabun cuci piring nabati, sampo cair alami, kecap kedelai organik, minyak kelapa murni, hingga garam laut dan beras merah.

Pendiri toko isi ulang Bumi Lestari, Annisa Wardani (33), menjelaskan mekanisme belanja curah yang menonjolkan transparansi dan keadilan bagi konsumen.

"Wadah kosong yang dibawa pembeli kami timbang terlebih dahulu bobot aslinya di meja kasir untuk di-tara (direset ke nol). Pembeli kemudian bebas menuangkan isi produk sesuai kebutuhan, boleh beli sabun hanya 100 mililiter atau beli lada bubuk cuma 20 gram. Nanti di kasir hanya membayar berat bersih cairan atau bumbu yang diambil," jelas Annisa ramah.

Sistem timbang per mililiter ini rupanya tidak hanya menyelamatkan lingkungan dari tumpukan sampah plastik, tetapi juga menghemat pengeluaran belanja dapur secara signifikan. Konsumen tidak perlu lagi membayar biaya komponen kemasan botol plastik tebal dan biaya iklan merek yang biasanya membebani hingga 25 persen dari harga jual produk pabrikan konvensional.

Perubahan Kebiasaan Nyata di Meja Dapur Keluarga

Ibu Tari (42), salah seorang pelanggan setia toko curah asal Depok Sleman, mengaku volume sampah anorganik di tempat sampah rumah tangganya berkurang drastis sejak rutin mengisi ulang sabun cair dan pembersih lantai di toko ini.

"Dulu setiap dua minggu sekali tempat sampah di dapur selalu penuh dengan tumpukan botol plastik bekas sabun pel dan detergen yang akhirnya cuma menumpuk di TPA Piyungan. Sekarang botol yang sama sudah saya pakai ulang lebih dari dua puluh kali, rumah jadi lebih rapi tanpa tumpukan wadah plastik bekas," tutur Ibu Tari puas.

Produk pembersih rumah tangga yang disediakan pun mayoritas diracik dari bahan alami ramah lingkungan seperti minyak kelapa, lerak, dan minyak atsiri serai yang aman bagi kulit sensitif serta mudah terurai di saluran pembuangan air tanah.

Toko ini juga menerima titipan toples kaca bersih dari warga yang tidak terpakai untuk dibagikan secara gratis kepada pembeli pemula yang lupa membawa wadah belanja sendiri dari rumah.

"Perlu sedikit pembiasaan untuk selalu menyiapkan botol kosong di dalam tas belanja sebelum keluar rumah. Namun ketika orang menyadari betapa ringannya beban bumi dan betapa hematnya dompet saat kita berhenti membeli sampah kemasan, gaya hidup ini akan menjadi kebutuhan harian yang sangat menyenangkan dijalani," tutur Annisa tersenyum ramah.

Annisa berharap gerakan toko isi ulang seperti ini bisa terus menjamur di pemukiman padat penduduk guna mempercepat target pengurangan timbunan sampah plastik kota secara nyata.

Tantangan Edukasi dan Masa Depan Gaya Hidup Sirkular

Tantangan utama yang dihadapi toko curah adalah konsistensi masyarakat untuk selalu mengingat membawa wadah sendiri saat bepergian keluar rumah.

Kendati demikian, antusiasme generasi muda di kota pendidikan ini membuktikan bahwa gerakan sederhana dari dapur keluarga mampu menjadi motor penggerak ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan menyehatkan bumi.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM