CIREBON, BERITA VIRAL TERKINI — Gemerincing denting instrumen saron berpadu tabuhan kendang ciblon dan gong perunggu mengalun rancak dari sebuah pendopo sanggar seni tradisional di Kota Cirebon, Jawa Barat. Puluhan anak-anak usia sekolah dasar duduk bersila dengan penuh konsentrasi menabuh perangkat gamelan laras slendro, membawakan gending-gending klasik pesisiran dengan irama ketukan yang sangat harmonis dan dinamis menepis dominasi kecanduan layar gawai.
Di tengah derasnya arus budaya populer asing yang melanda generasi belia, inisiatif sanggar seni rakyat membuka kelas pelatihan karawitan gamelan gratis bagi anak-anak perdesaan sukses memantik kembali kebanggaan generasi penerus terhadap mahakarya adiluhung tradisi leluhur.
Melatih Kepekaan Rasa Harmoni Kebersamaan dan Disiplin Ritme
Bermain gamelan karawitan menuntut penyatuan rasa empati dan kekompakan tinggi antarpemain tanpa ada instrumen yang mendominasi panggung secara egois.
Guru Pembimbing Karawitan Sanggar Budaya Cirebon, Ki Sunardi (58), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Gamelan adalah filosofi kebersamaan hidup yang luar biasa luhur. Dalam satu rancakan gamelan ada puluhan instrumen berbeda, mulai dari demung yang berat sampai peking yang melengking cepat. Tidak ada yang boleh menonjolkan diri sendiri. Anak-anak belajar mendengarkan tabuhan kawan di sampingnya, menahan ego untuk masuk tepat pada ketukan nada gong. Nilai toleransi, kesabaran, dan kepekaan rasa inilah yang membentuk karakter budi pekerti luhur anak-anak kita agar tidak menjadi generasi individualistis yang sibuk sendiri menatap layar HP." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.
Anak-anak tampak sangat ceria dan antusias melantunkan tembang macapat anak-anak seperti gending "Ilir-Ilir" dan "Kupu Kuwi" sambil tertawa gembira.
Apresiasi Pementasan Seni Budaya di Festival Kesenian Daerah
Kelompok pengrawit cilik ini telah tampil memukau pada berbagai agenda peringatan hari besar daerah dan upacara adat keraton.
Apresiasi serupa diungkapkan oleh Salah seorang orang tua murid sanggar, Ibu Ratnasari (36), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Sejak anak laki-laki saya ikut latihan gamelan di sanggar ini tiga kali seminggu, perilaku emosionalnya berubah jauh lebih tenang, sopan bertutur kata, dan kebiasaan main game online di ponselnya berkurang sangat drastis. Dia merasa bangga sekali bisa menabuh kendang dan tampil di panggung festival ditonton banyak orang. Kami sebagai orang tua sangat bersyukur ada wadah pelestarian budaya yang mendidik karakter anak dengan penuh kehangatan cinta kasih." tuturnya dengan mata berbinar.
Pihak dinas pendidikan setempat berencana memasukkan kesenian karawitan gamelan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh sekolah dasar negeri.
Cara Menumbuhkan Minat Musik Tradisional pada Anak Sejak Dini
Langkah strategis merawat regenerasi kesenian tradisional bangsa:
- Kenalkan Gamelan Lewat Pendekatan Bermain Menyenangkan: Mengajarkan ketukan dasar irama melalui permainan lagu anak-anak tradisional tanpa membebani teori partitur yang kaku.
- Sediakan Panggung Tampil Berkala untuk Anak: Memberikan ruang pentas unjuk kebolehan di acara pentas seni sekolah dan peringatan hari kemerdekaan desa.
- Ajak Anak Menyaksikan Pertunjukan Wayang dan Gamelan Langsung: Membangun memori kebanggaan budaya melalui pengalaman visual dan audio langsung di ruang sanggar seni.
Semangat anak-anak menabuh gamelan di Sanggar Budaya Cirebon membuktikan bahwa seni tradisi nusantara tidak akan pernah lekang oleh waktu, terus mengalun indah membentuk jiwa generasi penerus bangsa yang berkarakter luhur dan mencintai tanah airnya.
Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.
Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi tepat guna, berbagai tantangan di lapangan dapat diurai secara bertahap demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warga.