Jumat, 25 September 2026 | 01:17 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Hiburan / Konser Musik Jazz Tepi Sawah di...
Hiburan

Konser Musik Jazz Tepi Sawah di Ubud Bali Hadirkan Harmoni Saxophone dan Seruling Bambu Tradisi yang Syahdu

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Konser Musik Jazz Tepi Sawah di Ubud Bali Hadirkan Harmoni Saxophone dan Seruling Bambu Tradisi yang Syahdu
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

GIANYAR, BERITA VIRAL TERKINI — Senja keemasan yang perlahan turun di atas undakan terasering sawah hijau kawasan Tegallalang, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi saksi pagelaran konser musik berkonsep alam terbuka bertajuk "Ubud Sunset Jazz & Bamboo Echoes 2026". Ribuan penonton duduk bersila di atas tikar pandan beralaskan pematang sawah menikmati tiupan saxophone merdu yang berpadu selaras dengan alunan seruling bambu suling Bali.

Konser musik yang diselenggarakan tanpa panggung megah berkonstruksi besi raksasa ini mengusung filosofi Tri Hita Karana, menjalin keharmonisan antara manusia, keindahan alam persawahan, dan keagungan nada musik spiritual yang menentramkan jiwa pendengarnya di tengah hembusan angin petang.

Harmoni Improvisasi Bebas Jazz dan Rindik Bambu Tradisional

Panggung pertunjukan hanya beralaskan bilah bambu terapung di atas ceruk kolam air sawah subak. Musisi jazz internasional asal Prancis dan Belanda berkolaborasi secara spontan (*jam session*) dengan seniman gamelan rindik bambu lokal asal desa adat Ubud.

Direktur artistik festival jazz Ubud, I Wayan Gede (44), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Musik jazz dan gamelan Bali pada dasarnya memiliki akar filosofis yang sangat mirip, yaitu kebebasan berimprovisasi yang dipandu oleh rasa kepekaan batin antarpemain. Ketika lengkingan saxophone tenor bersahut-sahutan dengan dengung nada bambu rindik diiringi suara desir daun padi tertiup angin senja, tercipta sebuah harmoni magis yang tidak bisa ditemukan di gedung teater tertutup mana pun." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Tata suara dirancang khusus menggunakan sistem pelantang akustik rendah desibel guna menjaga kenyamanan fauna sawah dan ketenangan suasana pedesaan yang sakral di sekitarnya.

Menikmati Kesenian Sembari Meresapi Ketenangan Alam Pedesaan

Penonton yang hadir dari berbagai belahan dunia tampak hanyut dalam suasana relaksasi batin, menikmati alunan melodi jazz etnik ditemani sajian teh herba serai hangat dan penganan kue klepon tradisional berbahan kelapa parut organik kebun lokal.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Salah seorang penikmat musik asal Tokyo Jepang, Kenji Takahashi (39), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Ini adalah pengalaman konser musik paling damai dan menyembuhkan jiwa (*healing*) yang pernah saya alami seumur hidup. Duduk mencium aroma tanah basah sawah, memandang kabut tipis di pucuk pohon kelapa, dan mendengarkan saxophone berpadu suling bambu membuat seluruh kepenatan stres pekerjaan kota besar lenyap seketika." tuturnya dengan mata berbinar.

Seluruh pendapatan penjualan tiket konser didonasikan penuh untuk pemeliharaan saluran irigasi subak persawahan tradisional yang dikelola lembaga adat petani setempat.

Konsep Festival Musik Ramah Lingkungan Masa Depan

Penyelenggaraan jazz tepi sawah Ubud mencontohkan standarisasi baru festival seni yang menghormati keberlanjutan alam:

  • Bebas Sampah Plastik Sekali Pakai: Seluruh wadah makanan dan minuman menggunakan daun pisang, batok kelapa, dan gelas gerabah tanah liat alami.
  • Penerangan Alami Obor Minyak Nabati: Meminimalkan lampu sorot listrik bertenaga tinggi saat malam tiba dan menggantinya dengan kehangatan nyala obor ramah lingkungan.
  • Akses Jalan Kaki dari Kantong Parkir Luar: Penonton diwajibkan berjalan kaki melintasi pematang sawah sejauh lima ratus meter guna mencegah kebisingan knalpot kendaraan di arena konser.

Harmoni jazz tepi sawah Ubud membuktikan bahwa musik berkelas dunia dapat dihadirkan secara bersahaja dan menyatu utuh dengan keheningan alam persawahan, melahirkan pesan damai universal yang abadi bagi kelestarian bumi nusantara.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM