Jumat, 25 September 2026 | 01:51 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Hiburan / Gedung Bersejarah Disulap Jadi Kanvas Digital:...
Hiburan

Gedung Bersejarah Disulap Jadi Kanvas Digital: Ribuan Warga Padati Pameran Instalasi Seni Cahaya Kota Tua Jakarta

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Gedung Bersejarah Disulap Jadi Kanvas Digital: Ribuan Warga Padati Pameran Instalasi Seni Cahaya Kota Tua Jakarta
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

JAKARTA, BERITA VIRAL TERKINI — Suasana malam di kawasan cagar budaya Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta Barat, tampak berkilauan magis dalam balutan sorot warna-warni proyektor laser bertenaga tinggi. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Jabodetabek memadati area plaza depan Museum Sejarah Jakarta untuk menyaksikan pembukaan festival seni instalasi cahaya multimedia bertajuk "Lumina Nusantara 2026".

Fasad megah arsitektur neoklasik abad ke-17 yang menjadi saksi bisu perjalanan ibu kota tersebut bertransformasi menjadi layar proyeksi 3D (*video mapping*) raksasa yang menampilkan visual narasi peradaban maritim rempah kepulauan dari masa ke masa.

Perpaduan Harmonis Arsitektur Kuno dan Seni Generatif Digital

Kurator utama pameran, Kevin Santoso (35), memaparkan bahwa instalasi ini melibatkan kolaborasi antara 15 seniman visual digital muda, pemrogram kreatif, serta komposer musik orkestra etnik nusantara. Sebanyak 12 unit proyektor laser berkekuatan 30.000 lumens dipasang secara tersembunyi di atas tiang-tiang penopang tanpa merusak struktur cagar budaya sedikit pun.

"Tantangan terbesar dalam proyeksi pemetaan gedung bersejarah adalah menghitung sudut lengkung jendela kayu jati dan pilar batu kuno agar gambar yang ditembakkan tidak meleset terdistorsi. Kami memindai seluruh fasad gedung menggunakan sensor LiDAR presisi milimeter sehingga animasi partikel cahaya bisa berinteraksi sempurna mengikuti lekuk dinding gedung," jelas Kevin di ruang kendali teknis.

Pertunjukan berdurasi 25 menit yang diulang setiap satu jam tersebut membawa penonton melintasi babak pelayaran kapal pinisi di tengah badai ombak samudera, rimbunnya flora hutan hujan tropis Kalimantan, hingga visualisasi gerak futuristik metropolitan modern yang memukau mata.

Alunan gamelan kontemporer berpadu gesekan biola cello berdentum megah dari susunan pelantang suara surround yang dipasang mengelilingi pelataran alun-alun berbatu andesit.

Spot Foto Interaktif yang Digandrungi Gen-Z

Tidak hanya duduk menonton proyeksi di fasad utama museum, pengunjung juga dapat menjelajahi lorong-lorong instalasi interaktif di bagian pelataran barat. Ratusan tabung kaca LED sensorik dipasang berderet yang mampu berubah warna selaras dengan langkah kaki dan ketukan tepuk tangan pejalan kaki yang melintas.

Cindy Claudia (21), seorang mahasiswi seni rupa asal Jakarta Selatan, tampak antusias mengabadikan momen bersama rekan-rekannya di depan tirai serat optik yang berpendar keemasan.

"Keren banget, suasananya seperti instalasi seni kelas dunia di Tokyo atau Singapura. Kota Tua yang biasanya malam-malam terasa sepi dan remang-remang, sekarang jadi ruang publik yang sangat hidup, artistik, dan penuh energi kreatif anak muda," ungkap Cindy senang sambil memperlihatkan hasil video ponselnya.

Akses masuk ke area pameran ruang terbuka ini disediakan secara gratis bagi seluruh lapisan masyarakat guna mendorong pemerataan apresiasi seni visual dan mempromosikan wisata malam ramah keluarga di kawasan ibu kota.

Pengamanan di sekitar lokasi diperketat dengan penyiagaan posko kesehatan terpadu dan petugas kebersihan lingkungan yang berkeliling memungut sampah setiap 30 menit sekali.

Bagi warga yang berencana berkunjung, panitia mengimbau untuk menaiki moda transportasi umum seperti KRL Commuter Line atau TransJakarta koridor satu yang beroperasi hingga larut malam guna menghindari kepadatan kantong parkir kendaraan pribadi di sekitar area cagar budaya.

Menghidupkan Ekosistem Ekonomi Kreatif Malam Hari

Gelaran seni cahaya ini terbukti memberikan dampak ekonomi berantai (*multiplier effect*) yang signifikan bagi pelaku usaha kuliner dan pedagang cinderamata di sekitar kawasan stasiun Jakarta Kota hingga jembatan Kota Intan.

Dinas pariwisata daerah berencana menjadikan festival instalasi cahaya interaktif ini sebagai agenda tahunan tetap setiap menyambut pergantian musim kemarau, sekaligus membuktikan bahwa situs warisan sejarah dapat terus relevan dan memikat di mata generasi digital kekinian.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM