Jumat, 25 September 2026 | 00:46 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Gaya Hidup / Tips Mengelola Waktu Layar Gadget bagi...
Gaya Hidup

Tips Mengelola Waktu Layar Gadget bagi Anak agar Tidak Mengganggu Perkembangan Otak dan Emosi Sosial

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Tips Mengelola Waktu Layar Gadget bagi Anak agar Tidak Mengganggu Perkembangan Otak dan Emosi Sosial
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

SURABAYA, BERITA VIRAL TERKINI — Keterikatan anak-anak usia dini terhadap layar gawai (*screen time*) seperti ponsel pintar, tablet, dan tayangan video daring pendek kini menjadi tantangan pengasuhan paling berat yang dihadapi para orang tua modern. Para psikolog perkembangan anak dan dokter spesialis anak mengingatkan bahwa paparan layar berlebihan tanpa batasan tegas dapat menghambat perkembangan kemampuan bicara (*speech delay*), menurunkan rentang konsentrasi belajar, serta memicu tantrum emosional anak saat gawai diambil.

Di tengah kesibukan kerja orang tua, menjadikan gawai sebagai "pengasuh elektronik" instan penenang anak saat rewel di meja makan atau di rumah berpotensi merampas masa-masa emas eksplorasi sensorik motorik langsung anak dengan dunia nyata.

Panduan Batasan Durasi Waktu Layar Berdasarkan Kategori Usia Anak

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerbitkan pedoman baku durasi paparan gawai yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, dr. Anita Rachmawati, Sp.A(K), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Bagi anak di bawah usia dua tahun, rekomendasi medisnya sangat tegas: nol menit waktu layar, kecuali panggilan video call singkat dengan kakek nenek. Untuk anak usia dua sampai lima tahun, batas maksimal adalah satu jam per hari dengan pendampingan orang tua aktif. Otak anak usia dini berkembang pesat melalui sentuhan fisik, gerak berlari, dan komunikasi dua arah tatap mata. Paparan stimulasi cepat layar gawai membanjiri reseptor dopamin anak secara berlebihan sehingga mereka cepat bosan berinteraksi dengan dunia nyata." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Menetapkan zona bebas gawai (*screen-free zones*) di kamar tidur dan meja makan keluarga sangat efektif membangun kebiasaan hidup sehat anak.

Menghadirkan Alternatif Permainan Sensorik dan Luar Ruangan Menyenangkan

Kunci keberhasilan membatasi penggunaan gawai pada anak adalah menghadirkan kegiatan pengganti yang tidak kalah mengasyikkan bagi imajinasi mereka.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Psikolog Klinis Anak dan Keluarga, Nadya Pramesti, M.Psi, yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Kita tidak bisa menyuruh anak berhenti main gawai kalau kita sebagai orang tua tidak menyediakan alternatif bermain bersama. Ajak anak bermain pasir kinetik, menyusun balok kayu, menggambar cat air, atau bersepeda keliling taman komplek di sore hari. Yang paling penting, orang tua harus menjadi teladan nyata. Jika orang tua sendiri terus menatap layar ponsel saat bersama anak di rumah, mustahil anak mau melepaskan gawainya." tuturnya dengan mata berbinar.

Membacakan buku cerita dongeng bergambar sebelum tidur terbukti memperkaya kosakata bahasa anak dan mempererat ikatan kasih sayang batin dengan orang tua.

Langkah Bijak Pengaturan Gawai dalam Rumah Tangga

Strategi pengasuhan sehat di era revolusi digital:

  • Buat Kesepakatan Jadwal Layar yang Konsisten: Menetapkan jam khusus anak boleh menonton gawai misalnya tiga puluh menit setelah tidur siang dan memberitahu batas waktu.
  • Dampingi dan Diskusikan Konten Tontonan Anak: Duduk bersama anak dan mengajak mereka bertanya jawab mengenai karakter cerita kartun edukatif yang ditonton.
  • Matikan Layar Gawai Dua Jam Sebelum Waktu Tidur: Menghindari paparan sinar biru (*blue light*) yang menekan hormon melatonin dan mengganggu kualitas tidur nyenyak anak.

Membatasi waktu layar gawai anak dengan bijak dan penuh kasih sayang adalah wujud perlindungan terbaik orang tua dalam merawat fitrah kecerdasan otak, kesehatan mata, dan kehangatan emosi sosial buah hati menuju masa depan yang gemilang.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM