SEMARANG, BERITA VIRAL TERKINI — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia kini semakin membumi dan merangkul kearifan lokal. Jika selama ini asisten suara pintar (*voice assistant*) pada ponsel, televisi, dan mobil hanya merespons perintah dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia formal, kini babak baru telah dimulai dengan hadirnya integrasi perintah suara dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda.
Bantu Lansia dan Pengemudi Lanskap Lokal
Inovasi ini dikembangkan melalui kerja sama antara perusahaan teknologi kecerdasan buatan nasional dengan laboratorium linguistik universitas negeri terkemuka. Sistem ini memanfaatkan model pemrosesan bahasa alami (*Natural Language Processing*) yang dilatih dengan jutaan rekaman percakapan dialek asli dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
Penerapan perdananya diuji coba pada unit mobil listrik keluarga dan perangkat penyejuk udara (AC) pintar. Pengemudi kini cukup mengucapkan kalimat santai seperti “Tulung setelke musik sing kepenak” (Tolong putarkan musik yang enak) atau “Hapunten hurungkeun lampu hareup” (Mohon nyalakan lampu depan), dan sistem akan langsung merespons instruksi tersebut dalam tempo kurang dari satu detik.
Kehadiran fitur ini sangat membantu kalangan pengguna lanjut usia yang kerap kesulitan mengingat frasa instruksi bahasa asing. Dengan menggunakan bahasa ibu yang mereka pakai sehari-hari di rumah, interaksi dengan perangkat elektronik rumah tangga pintar menjadi jauh lebih mudah, intuitif, dan tidak menimbulkan rasa terasing terhadap modernitas teknologi.
Di samping itu, saat berkendara di malam hari atau di tengah hujan lebat, pengemudi tidak perlu melepaskan genggaman tangan dari roda setir hanya untuk menyalakan penghangat kabin atau mematikan lampu hazard. Cukup mengucapkan perintah singkat dalam logat daerah masing-masing, sistem kendali mobil langsung mengeksekusinya dengan presisi.
“Waktu pertama kali bapak saya yang sudah usia 68 tahun diajak mencoba fitur ini di mobil baru, beliau langsung tersenyum lebar dan tertawa kagum. Selama ini orang tua sering canggung kalau harus ngomong bahasa Inggris kaku ke layar mobil. Begitu bisa disuruh pakai bahasa Jawa halus sehari-hari, bapak merasa teknologi ini benar-benar dekat dan gampang dipahami tanpa perlu diajari berulang kali,” tutur Wahyu Utomo (36), warga Banyumanik Semarang.
Tantangan Dialek dan Unggah-Ungguh Bahasa
Mengembangkan model suara kecerdasan buatan untuk bahasa daerah di Indonesia bukanlah pekerjaan mudah. Tim peneliti bahasa menghadapi keragaman dialek yang sangat kaya serta tingkatan tata krama bahasa (*unggah-ungguh basa*):
Bahasa Jawa misalnya memiliki tingkatan bahasa Ngoko untuk pergaulan akrab dan Krama Inggil untuk penghormatan. Begitu pula bahasa Sunda yang memiliki perbedaan kosakata loma dan lemes. Tim rekayasa AI harus menyusun korpus data yang fleksibel agar mesin dapat memahami maksud instruksi pengguna tanpa memaksakan struktur tata bahasa yang terlalu kaku.
Para pengembang juga mengumpulkan ribuan sampel suara dari wilayah pedesaan untuk melatih ketahanan mikrofon terhadap suara deru angin sawah, gemercik hujan, hingga suara hewan ternak di latar belakang obrolan warga.
- Variasi Dialek Regional: Kata yang sama bisa diucapkan dengan intonasi berbeda antara penutur dialek Surabaya, Solo, Yogyakarta, hingga dialek Banyumasan (*ngapak*). Model AI dirancang toleran terhadap variasi logat tersebut.
- Sistem Pengenalan Suara Bising: Mikrofon cerdas dibekali algoritma peredam bising yang mampu menyaring suara deru angin jalan raya atau klakson sehingga perintah pengemudi tetap terbaca jelas.
- Pelestarian Bahasa Ibu: Kehadiran teknologi ini menjadi sarana modern yang efektif untuk mencegah kepunahan bahasa daerah di kalangan generasi muda yang lahir di era serba digital.
- Respons Balasan Berbahasa Daerah: Tak hanya menerima perintah, asisten suara ini juga dapat membalas dengan kalimat bahasa Jawa atau Sunda yang santun dan bernada hangat.
🗣️ Segera Hadir dalam Bahasa Daerah Lain
Pengembang mengonfirmasi bahwa setelah peluncuran modul bahasa Jawa dan Sunda, mereka tengah menyiapkan korpus data audio untuk modul perintah suara bahasa Minang, Bugis, dan Bali pada pembaruan sistem semester depan.