Senin, 28 September 2026 | 16:20 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Teknologi & AI / Inovasi Reaktor Biogas Portabel dari Kotoran...
Teknologi & AI

Inovasi Reaktor Biogas Portabel dari Kotoran Sapi Perah di Boyolali: Hasilkan Gas Masak dan Pupuk Organik

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Inovasi Reaktor Biogas Portabel dari Kotoran Sapi Perah di Boyolali: Hasilkan Gas Masak dan Pupuk Organik
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

BOYOLALI, BERITA VIRAL TERKINI — Kabupaten Boyolali yang dikenal luas sebagai "Kota Susu" sentra peternakan sapi perah terbesar di Jawa Tengah mencatatkan terobosan gemilang dalam pemanfaatan energi terbarukan ramah lingkungan. Kelompok peternak sapi perah bersama inovator teknologi tepat guna sukses merancang reaktor biogas portabel berbahan terpal polietilena tebal berbiaya murah yang mampu mengolah limbah kotoran sapi menjadi gas metana siap pakai untuk memasak di dapur.

Sebelum adanya inovasi reaktor biogas terpal fleksibel ini, para peternak kerap membuang limbah kotoran ternak ke saluran parit sungai yang memicu pencemaran bau tidak sedap dan protes dari warga pemukiman sekitar.

Sistem Fermentasi Anaerobik Bertekanan Mandiri Bebas Bau

Reaktor biogas portabel berbentuk tabung silinder fleksibel ini dapat dipasang secara mudah di pekarangan belakang kandang sapi tanpa memerlukan galian tanah permanen.

Inovator Biogas Peternakan Boyolali, Danang Prasetyo (36), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Kotoran dari dua ekor sapi perah dewasa setiap hari menghasilkan gas metana yang sangat melimpah jika difermentasi bakteri anaerob di dalam tabung kedap udara. Kotoran sapi cukup diaduk dengan air sumur di bak pencampur lalu dialirkan ke dalam kantong reaktor polietilena. Gas biogas yang terbentuk naik otomatis ke pipa penyalur menuju kompor gas dapur dengan api biru bersih tanpa jelaga. Peternak bisa memasak air dan memasak makanan sepuasnya tanpa perlu lagi membeli tabung gas elpiji tiga kilo." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Limbah cair ampas sisa biogas (*bio-slurry*) yang keluar dari lubang pembuangan merupakan pupuk organik cair bermutu tinggi yang kaya unsur hara nitrogen.

Pemberdayaan Kebun Sayur dan Penghematan Anggaran Rumah Tangga

Pemanfaatan pupuk organik cair ampas biogas membawa dampak kesuburan yang luar biasa bagi ladang rumput pakan gajah peternak.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Peternak Sapi Perah Desa Cepogo, Wartono (50), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Dulu setiap bulan keluarga saya menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk beli gas elpiji dan pupuk kimia urea untuk rumput pakan sapi. Sekarang dengan biogas portabel ini, kebutuhan gas dapur seratus persen gratis dari kotoran sapi sendiri. Pupuk cair bio-slurry-nya kami siramkan ke ladang rumput gajah, hasilnya rumputnya tumbuh sangat lebat menghijau dan produksi susu sapi perah kami meningkat dua liter per ekor setiap hari." tuturnya dengan mata berbinar.

Kandang sapi peternak kini menjadi bersih higienis dan terbebas dari serbuan lalat serta keluhan bau kotoran dari tetangga komplek.

Kiat Pemeliharaan Instalasi Reaktor Biogas Pedesaan

Langkah operasional menjaga kestabilan pasokan api biru biogas:

  • Beri Masukan Bahan Baku Kotoran Sapi Rutin Harian: Memasukkan adonan campuran kotoran sapi dan air dengan perbandingan satu banding satu setiap pagi hari.
  • Pantau Tekanan Gas pada Indikator Manometer Air: Memastikan katup pengaman tekanan gas berfungsi baik guna mencegah penggelembungan berlebih pada kantong terpal.
  • Pasang Tabung Penyaring Bau Karbon Aktif: Melewatkan pipa gas melalui tabung berisi serbuk besi dan arang aktif untuk menyaring kandungan gas asam hidrogen sulfida.

Inovasi reaktor biogas portabel kotoran sapi di Boyolali membuktikan bahwa pengelolaan limbah peternakan yang dipadukan dengan teknologi tepat guna mampu menciptakan sirkularitas ekonomi hijau yang mandiri energi dan menyejahterakan peternak rakyat.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi tepat guna, berbagai tantangan di lapangan dapat diurai secara bertahap demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warga.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM