Senin, 28 September 2026 | 16:21 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Tren Viral / Kreativitas Warga Gang Sempit Surabaya: Sulap...
Tren Viral

Kreativitas Warga Gang Sempit Surabaya: Sulap Selokan Keruh Jadi Kolam Budidaya Ikan Nila Jernih Berpenghasilan

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Kreativitas Warga Gang Sempit Surabaya: Sulap Selokan Keruh Jadi Kolam Budidaya Ikan Nila Jernih Berpenghasilan
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

SURABAYA, BERITA VIRAL TERKINI — Pemandangan lazim selokan pemukiman padat perkotaan yang biasanya identik dengan bau lumpur pekat dan genangan sarang nyamuk mendadak sirna di sebuah gang pemukiman kawasan Jambangan, Kota Surabaya. Saluran air drainase sepanjang delapan puluh meter yang membelah pemukiman warga kini disulap menjadi kolam budidaya ribuan ekor ikan nila merah yang berenang lincah di dalam air yang tampak jernih mengalir.

Inisiatif kreatif warga rukun tetangga setempat ini berhasil mencuri perhatian luas publik dan menginspirasi puluhan pengurus lingkungan kampung lain di Jawa Timur untuk mereplikasi metode sanitasi mandiri berbasis gotong royong. Gang sempit yang tadinya kumuh kini menjelma menjadi lorong hijau asri yang dikunjungi berbagai delegasi studi banding lingkungan hidup.

Sistem Penyaringan Bertingkat Menggunakan Bahan Alami Murah

Ketua RT penggagas saluran bersih, Suhartono (45), menceritakan bahwa proyek swadaya ini dimulai dari rasa jenuh warga menghadapi bau selokan yang menusuk hidung setiap kali musim pancaroba tiba. Bersama para bapak-bapak di akhir pekan, mereka memasang sekat-sekat jaring kawat baja dan filter bertingkat di hulu saluran.

Ketua RT Jambangan, Suhartono (45), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Kuncinya ada pada edukasi seluruh warga di sepanjang bibir gang. Kami buat komitmen bersama: tidak ada lagi yang boleh membuang air cucian sabun pekat atau sisa minyak goreng ke selokan. Di bagian hulu kami buat tiga bak kontrol pengendap lumpur yang diisi batu kerikil zeolit, arang tempurung kelapa, dan tanaman eceng gondok untuk menyerap racun sisa detergen." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Setelah air melalui proses filtrasi alami bertingkat, kualitas air berangsur membaik secara drastis hingga kadar keasamannya berada pada angka stabil aman untuk habitat ikan air tawar. Endapan lumpur dasar disedot secara berkala setiap dua minggu sekali untuk dijadikan pupuk tanaman pot warga.

Panen Raya Bergilir untuk Nutrisi Tambahan Warga Sekitar

Warga kemudian mengumpulkan iuran sukarela sebesar sepuluh ribu rupiah per kepala keluarga untuk membeli seribu ekor bibit ikan nila merah dan ikan lele dumbo. Dalam kurun waktu tiga bulan perawatan disiplin, bibit ikan mungil tersebut tumbuh bongsor dan siap dipanen beramai-ramai oleh seluruh penghuni gang.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Salah seorang warga senior gang, Bu Endang (39), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Setiap kali panen raya tiba, suasana gang ramai sekali seperti pesta rakyat. Ikan nila hasil selokan sendiri ini rasanya manis gurih, sama sekali tidak berbau tanah karena air selokannya mengalir terus seperti air sungai pegunungan. Anak-anak kecil juga senang sekali duduk di pinggir saluran sambil memberi pakan pelet sore-sore." tuturnya dengan mata berbinar.

Sebagian ikan hasil panen juga dijual ke pedagang warung lalapan terdekat, dan uang kas yang terkumpul digunakan kembali untuk membeli pakan bibit serta merawat lampu penerangan gang bertenaga surya hemat energi.

Langkah Replikasi Pembuatan Kolam Selokan Bersih

Bagi pengurus lingkungan perkotaan yang tertarik mengubah saluran air drainase kampung menjadi kolam ikan produktif, berikut tahapan kunci yang perlu disiapkan:

  • Sosialisasi dan Komitmen Warga: Pastikan seluruh warga bersepakat membuat pipa pembuangan limbah sabun rumah tangga terpisah dari saluran air hujan.
  • Pasang Filter Alami Bertingkat: Gunakan kombinasi jaring kawat, arang aktif, batu split, dan tanaman penyerap limbah di titik hulu aliran air.
  • Pilih Jenis Ikan Tangguh: Mulai dengan bibit ikan nila merah atau lele yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap dinamika fluktuasi suhu air perkotaan.

Inovasi warga Jambangan Surabaya ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang hunian perkotaan bukanlah halangan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang sehat, hijau, dan berdaya guna secara ekonomi melalui kekuatan gotong royong sejati.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM