Senin, 28 September 2026 | 16:18 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Teknologi & AI / Mahasiswa Elektro Undip Ciptakan Helm Pintar...
Teknologi & AI

Mahasiswa Elektro Undip Ciptakan Helm Pintar Anti-Kantuk: Bergetar Spontan Saat Detak Jantung Pengendara Menurun

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Mahasiswa Elektro Undip Ciptakan Helm Pintar Anti-Kantuk: Bergetar Spontan Saat Detak Jantung Pengendara Menurun
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

SEMARANG, BERITA VIRAL TERKINI — Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur lintas provinsi yang dipicu oleh kondisi microsleep alias tertidur sesaat saat berkendara mendorong lahirnya inovasi keselamatan berkendara yang brilian. Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sukses merancang purwarupa pelindung kepala pintar bertajuk "SafeRider Helmet" yang dilengkapi sensor biosensor deteksi rasa kantuk pengemudi sepeda motor.

Helm yang sekilas tampak seperti helm full-face harian pada umumnya ini menyimpan rangkaian mikrokontroler sensorik cerdas di balik lapisan busa pipi dan tali pengikat dagu yang memantau vitalitas tubuh pengendara secara non-invasif. Perangkat ini dirancang khusus untuk memutus rantai kecelakaan fatal akibat kelelahan fisik pengemudi.

Kombinasi Sensor Detak Nadi Optik dan Kemiringan Kepala

Saat seseorang mulai terserang kantuk berat atau berada di ambang fase microsleep, frekuensi detak jantung nadi karotis di leher bawah akan mengalami penurunan ritme secara drastis disertai penurunan variabilitas laju napas. Di saat bersamaan, otot leher akan melemas sehingga sudut kemiringan kepala cenderung mengangguk lunglai ke depan melampaui sudut normal berkendara.

Ketua tim inovator Undip, Bagas Tri Pamungkas (22), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Ketika kedua indikator biologis tersebut terbaca secara simultan oleh sensor optik dan sensor giroskopik tiga sumbu, helm pintar akan merespons spontan dalam tempo kurang dari 0,5 detik dengan mengaktifkan motor getar berfrekuensi tinggi di pelipis helm serta membunyikan alarm suara terukur di dekat telinga pengendara. Sensasi getaran lembut namun mengejutkan ini terbukti efektif menyadarkan pengendara seketika." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Sensasi getaran lembut namun mengejutkan di area pelipis terbukti efektif merangsang saraf otak pengendara agar segera terbangun dari kondisi setengah sadar sebelum motor oleng menabrak pembatas jalan.

Integrasi Notifikasi Darurat ke Ponsel Pengemudi

Tidak hanya membangunkan pengemudi secara lokal, modul Bluetooth berdaya rendah di helm juga terhubung secara nirkabel dengan aplikasi ponsel pengendara untuk merekam histori kewaspadaan berkendara.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Dosen pembimbing riset teknik elektro, Dr. Ir. Wahyudi M.T., yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Bobot total modul elektronik yang ditambahkan hanya sekitar 65 gram, sehingga pengendara sama sekali tidak akan merasa berat di leher saat menempuh turing jarak jauh antarprovinsi. Kami merancang semua komponen terbungkus resin silikon kedap air sehingga aman dipakai berkendara saat hujan deras sekalipun." tuturnya dengan mata berbinar.

Jika sensor mendeteksi pengemudi telah mengalami alarm kantuk sebanyak tiga kali berturut-turut dalam kurun waktu lima belas menit, aplikasi akan secara otomatis memunculkan peta rekomendasi lokasi rest area atau kedai kopi terdekat.

Tiga Pilar Keselamatan Berkendara Motor Jarak Jauh

Tim pengembang helm SafeRider mengingatkan bahwa teknologi adalah alat bantu, sementara disiplin keselamatan tetap berada di tangan pengemudi:

  • Istirahat Setiap Dua Jam: Tepikan kendaraan di tempat aman dan lakukan peregangan otot ringan minimal selama lima belas menit setiap menempuh perjalanan dua jam.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan: Dehidrasi mempercepat rasa kantuk dan menurunkan fokus refleks mata saat berkendara di bawah terik matahari siang.
  • Hindari Makanan Karbohidrat Berat: Konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi sebelum berkendara memicu lonjakan gula darah dan serangan kantuk hebat akibat pelepasan hormon triptofan.

Purwarupa helm pintar anti-kantuk karya mahasiswa Undip ini membuktikan bahwa inovasi anak bangsa mampu melahirkan solusi teknologi aplikatif yang berdampak langsung pada perlindungan nyawa ribuan pengendara motor di jalan raya tanah air.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM