Senin, 28 September 2026 | 16:20 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Otomotif / Panduan Tekanan Angin Ban Mobil Sesuai...
Otomotif

Panduan Tekanan Angin Ban Mobil Sesuai Standar Pabrikan: Cegah Ban Aus Sebelah dan Boros Bensin

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Panduan Tekanan Angin Ban Mobil Sesuai Standar Pabrikan: Cegah Ban Aus Sebelah dan Boros Bensin
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

TANGERANG SELATAN, BERITA VIRAL TERKINI — Menjaga performa kenyamanan berkendara dan efisiensi konsumsi bahan bakar mobil keluarga sesungguhnya bermula dari hal paling mendasar yang kerap diremehkan pengemudi: tekanan angin ban mobil. Mengabaikan pengecekan tekanan angin ban secara rutin tidak hanya membuat laju mobil terasa berat limbung dan boros bensin, tetapi juga menjadi pemicu utama keausan tapak ban yang tidak merata serta bahaya pecah ban di jalan tol kecepatan tinggi.

Memahami angka standar tekanan angin yang direkomendasikan pabrikan mobil dan kebiasaan mengeceknya secara berkala di pagi hari adalah protokol keselamatan berkendara defensif paling esensial bagi setiap pemilik mobil.

Di Mana Melihat Angka Standar Tekanan Angin Mobil Anda?

Banyak pengemudi yang keliru mengira bahwa angka tekanan angin yang tertera di dinding samping ban (*sidewall*) adalah ukuran tekanan ideal sehari-hari. Padahal angka tersebut adalah batas tekanan maksimum mutlak yang mampu ditahan struktur ban.

Instruktur keselamatan berkendara Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar, menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Ukuran tekanan angin ideal sebuah mobil ditentukan oleh bobot kendaraan dan distribusi beban sasis yang dirancang para insinyur pabrikan mobil. Pengemudi cukup membuka pintu samping pengemudi dan melihat stiker pelat informasi tekanan ban (*tire pressure placard*) yang tertempel di pilar B dekat jok sopir. Di stiker tersebut tertera jelas rekomendasi tekanan angin ban depan dan belakang dalam satuan PSI untuk kondisi beban normal maupun beban muatan penumpang penuh." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Umumnya untuk mobil jenis MPV keluarga tujuh penumpang, tekanan ban depan berkisar antara 32 hingga 34 PSI, sementara ban belakang disetel 35 hingga 38 PSI saat membawa muatan bagasi penuh.

Dampak Fatal Ban Kurang Angin vs Kelebihan Angin

Ketidaktepatan tekanan angin ban menimbulkan dampak langsung pada bidang kontak tapak ban terhadap permukaan aspal jalan raya.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Pakar teknologi ban mobil nasional, Zulpata Zainal, yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Jika ban kurang angin (*under-inflation*), tapak ban bagian tengah akan melengkung ke dalam sehingga beban tumpuan mobil berpindah ke kedua sisi bahu ban luar dan dalam, menyebabkan ban aus botak di pinggir sementara tengahnya masih tebal. Tarikan mobil jadi sangat berat dan boros BBM hingga sepuluh persen, serta dinding ban melipat-lipat panas memicu pecah ban mendadak. Sebaliknya jika ban kelebihan angin (*over-inflation*), tapak ban menggelembung di tengah membuat bantingan suspensi mobil keras membal dan jarak pengereman jadi licin meluncur berbahaya saat hujan." tuturnya dengan mata berbinar.

Tekanan angin ban secara alami akan menyusut sekitar satu hingga dua PSI setiap bulannya akibat difusi partikel udara mikro melintasi pori-pori karet ban.

Kaidah Pengecekan Tekanan Angin yang Benar

Terapkan prosedur pengecekan tekanan angin ban yang akurat berikut:

  • Ukur Saat Ban dalam Kondisi Dingin: Lakukan pengukuran di pagi hari sebelum mobil dijalankan jauh, karena panas gesekan aspal menaikkan tekanan angin palsu hingga 4 PSI.
  • Gunakan Pengukur Tekanan Digital Mandiri: Miliki alat tire pressure gauge digital kecil di laci mobil untuk memverifikasi keakuratan jarum pompa angin di SPBU.
  • Jangan Lupakan Ban Cadangan (Serep): Selalu isi ban serep di bagasi dengan tekanan lebih tinggi (sekitar 38-40 PSI) agar siap dipakai saat darurat di jalan.

Menjaga tekanan angin ban mobil senantiasa sesuai standar pabrikan adalah langkah pencegahan cerdas yang memperpanjang usia pakai ban hingga bertahun-tahun, menghemat konsumsi bensin, dan menjamin keselamatan setiap perjalanan keluarga.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM