Senin, 28 September 2026 | 16:18 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Teknologi & AI / Peneliti Kelautan UGM Kembangkan Fish Finder...
Teknologi & AI

Peneliti Kelautan UGM Kembangkan Fish Finder Sonar Cerdas Bantu Nelayan Tradisional: Hemat Solar Melaut

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Peneliti Kelautan UGM Kembangkan Fish Finder Sonar Cerdas Bantu Nelayan Tradisional: Hemat Solar Melaut
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

GUNUNGKIDUL, BERITA VIRAL TERKINI — Kabar gembira bagi masyarakat nelayan tradisional perahu jukung di kawasan pesisir pantai selatan Jawa. Tim peneliti Fakultas Pertanian dan Perikanan Kelautan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sukses menciptakan perangkat pendeteksi gerombolan ikan (*smart fish finder*) portabel berbiaya terjangkau yang memanfaatkan gelombang pantul sonar akustik dipadukan algoritma kecerdasan buatan untuk membaca posisi ikan secara akurat di layar ponsel pintar.

Tingginya harga bahan bakar minyak solar selama ini menjadi beban operasional terberat bagi nelayan tradisional yang kerap menghabiskan waktu berjam-jam berlayar menebak-nebak titik tangkapan ikan secara untung-untungan di tengah luasnya samudra.

Transduser Sonar Mungil Kedap Air Dipasang di Lambung Perahu

Alat pendeteksi ikan buatan kampus nasional ini dirancang tangguh menghadapi ganasnya deburan ombak laut selatan dengan bodi berlapis resin kedap air IP68.

Ketua Tim Riset Kelautan UGM, Dr. Ir. Nurul Huda, M.Si, menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Nelayan tradisional kita sering melaut seperti mencari jarum dalam jerami karena hanya mengandalkan insting mata memandang burung camar laut. Sensor sonar kami menembakkan gelombang suara ke kedalaman hingga seratus lima puluh meter dan membaca pantulan gelembung renang ikan. Algoritma cerdas pada aplikasi ponsel membedakan antara sampah laut, terumbu karang, dengan gerombolan ikan tongkol atau cakalang. Nelayan bisa langsung mengarahkan perahu ke titik kumpul ikan tanpa membuang-buang solar berkeliling sia-sia." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Alat ini ditenagai baterai litium isi ulang yang mampu beroperasi nonstop selama dua belas jam di tengah laut.

Hasil Tangkapan Ikan Melonjak Tiga Kali Lipat

Uji coba penggunaan fish finder cerdas ini pada kelompok nelayan Pantai Sadeng Gunungkidul membuktikan efisiensi operasional yang sangat nyata.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sadeng, Sarwono (46), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Biasanya kami melaut semalaman habis solar dua puluh liter cuma bawa pulang ikan sepuluh kilo. Sejak pakai alat sonar dari UGM ini, kami berangkat ke titik koordinat yang ditunjukkan layar ponsel dan jaring kami langsung penuh ikan kembung dan layur sampai seratus lima puluh kilo. Kami bisa hemat solar lebih dari empat puluh persen dan pendapatan melaut keluarga kami melonjak drastis." tuturnya dengan mata berbinar.

Alat ini kini tengah dipersiapkan untuk diproduksi massal dengan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan guna dibagikan kepada ribuan nelayan nusantara.

Keunggulan Teknologi Sonar bagi Nelayan Tradisional

Modernisasi peralatan tangkap maritim membawa nilai tambah signifikan:

  • Deteksi Suhu Permukaan Laut (Thermal Front): Membantu nelayan membaca perbatasan arus air hangat dan dingin yang menjadi lokasi makan favorit ikan pelagis.
  • Mencegah Kerusakan Terumbu Karang Dilindungi: Menghindarkan jaring nelayan tersangkut karang dasar laut yang dapat merusak habitat biota laut endemik.
  • Fitur Tombol Darurat SOS Terkoneksi SAR: Mengirimkan sinyal koordinat darurat ke posko pantai jika perahu nelayan mengalami kerusakan mesin di laut lepas.

Pengembangan perangkat smart fish finder oleh peneliti UGM membuktikan bahwa keberpihakan sains dan teknologi terhadap nelayan kecil mampu mengoptimalkan potensi kekayaan maritim nusantara demi kemakmuran rakyat pesisir.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi tepat guna, berbagai tantangan di lapangan dapat diurai secara bertahap demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warga.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM