MALANG, BERITA VIRAL TERKINI — Prestasi membanggakan di bidang robotika lingkungan kembali ditorehkan oleh santri madrasah aliyah di Kota Malang, Jawa Timur. Tim riset robotika siswa madrasah sukses merakit prototipe robot perayap amfibi pembersih gorong-gorong got yang mampu mengeruk endapan lumpur pekat dan mengangkat sampah plastik penyumbat saluran drainase kota secara otomatis dikendalikan melalui gelombang radio nirkabel.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan para pelajar melihat petugas kebersihan dinas lingkungan hidup yang kerap harus mempertaruhkan keselamatan menyelam ke dalam lorong got sempit bergas beracun saat membersihkan sumbatan banjir di musim penghujan.
Desain Rantai Roda Baja Khusus Anti Tergelincir di Lumpur
Robot pembersih drainase ini dirancang tangguh dengan sistem penggerak roda rantai baja kedap air yang mampu mendaki tumpukan bebatuan dan menerobos endapan lumpur setebal tiga puluh sentimeter.
Ketua Tim Robotika Madrasah, Farhan Al-Ghifari (17), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Gorong-gorong bawah tanah sangat berbahaya karena dipenuhi gas metana beracun dan pecahan kaca. Robot kami dilengkapi kamera termal dengan lampu sorot LED tahan air serta lengan capit pengeruk berdaya angkat sepuluh kilogram. Melalui layar monitor kontroler di permukaan jalan, operator bisa melihat kondisi dalam gorong-gorong dan mengarahkan robot untuk menghancurkan sumbatan sampah botol plastik tanpa ada manusia yang harus masuk ke lubang got." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.
Sistem sensor ultrasonik di bagian moncong robot berfungsi mengukur ketebalan lumpur sedimentasi dan memetakan denah gorong-gorong yang retak.
Dukungan Dinas Lingkungan Hidup untuk Uji Coba Lapangan
Kemampuan robot karya santri ini menarik minat dinas pekerjaan umum setempat untuk diuji coba langsung di kawasan langganan banjir simpang jalan utama kota.
Apresiasi serupa diungkapkan oleh Kepala Seksi Drainase Perkotaan, Ir. Dedy Sudrajat (48), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Karya anak-anak madrasah ini sangat solutif dan aplikatif untuk menjawab kendala operasional kebersihan gorong-gorong perkotaan modern. Selama ini kami kesulitan membersihkan gorong-gorong yang tertutup cor beton trotoar permanen. Dengan robot mungil bertenaga besar ini, pekerjaan pembersihan sampah jadi jauh lebih cepat, hemat anggaran, dan yang terpenting menjaga keselamatan nyawa para pekerja lapangan." tuturnya dengan mata berbinar.
Robot ini berhasil meraih medali emas pada ajang kompetisi sains teknologi madrasah tingkat nasional dan kini dalam proses penyempurnaan daya tahan baterai.
Keunggulan Mekanisasi Pembersihan Drainase Bawah Tanah
Pemanfaatan teknologi robotika dalam sanitasi kota menghadirkan terobosan nyata:
- Mengeliminasi Risiko Paparan Gas Beracun: Melindungi keselamatan tenaga kerja dari ancaman gas hidrogen sulfida dan metana mematikan di ruang terbatas.
- Efisiensi Waktu dan Jangkauan Pembersihan: Mampu menyusuri pipa drainase sempit berdiameter kecil yang tidak dapat dimasuki oleh tubuh manusia.
- Perekaman Data Kerusakan Saluran Bawah Tanah: Kamera inspeksi menyediakan rekaman video berkualitas tinggi untuk mendeteksi dinding pipa gorong-gorong yang bocor.
Inovasi robot pembersih saluran drainase karya siswa madrasah di Malang membuktikan bahwa generasi santri memiliki potensi riset teknologi canggih yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemecahan masalah lingkungan perkotaan di Indonesia.
Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.
Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi tepat guna, berbagai tantangan di lapangan dapat diurai secara bertahap demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warga.