Senin, 28 September 2026 | 16:21 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Teknologi & AI / Start-up Pertanian Kembangkan Aplikasi Pemantau Hama...
Teknologi & AI

Start-up Pertanian Kembangkan Aplikasi Pemantau Hama Padi Berbasis Foto Ponsel: Rekomendasi Obat Organik

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Start-up Pertanian Kembangkan Aplikasi Pemantau Hama Padi Berbasis Foto Ponsel: Rekomendasi Obat Organik
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

MALANG, BERITA VIRAL TERKINI — Sebuah perusahaan rintisan teknologi agrikultur asal Kota Malang, Jawa Timur, meluncurkan aplikasi cerdas pemindai hama dan penyakit tanaman padi berbasis kecerdasan buatan. Cukup dengan mengarahkan kamera ponsel ke daun atau batang padi yang terserang hama wereng atau jamur hawar, aplikasi ini mampu mendiagnosis jenis penyakit dalam waktu tiga detik serta memberikan solusi racikan pestisida nabati alami ramah lingkungan.

Aplikasi yang diberi nama TaniPintar Nusantara ini dikembangkan bersama para pakar agronomi guna menekan kebiasaan petani menyemprotkan pestisida kimia beracun secara berlebihan yang kerap merusak kesuburan tanah dan membunuh musuh alami hama sawah.

Pelatihan Model AI dengan Ribuan Dataset Gejala Hama Tropis

Teknologi pemrosesan citra komputer pada aplikasi ini dilatih menggunakan puluhan ribu foto dokumentasi serangan hama padi dari berbagai kondisi cuaca di Indonesia.

Chief Technology Officer Start-up, Adrian Pratama (28), menuturkan bahwa langkah penanganan ini membutuhkan ketelatenan tinggi. "Petani sering kali keliru membedakan antara gejala serangan jamur blast dengan bercak bakteri daun, sehingga salah membeli obat kimia di kios pertanian yang mahal harganya. Aplikasi kami membaca pola mikroskopis pada daun padi dan memberikan akurasi diagnosis di atas sembilan puluh enam persen. Yang paling penting, aplikasi ini memandu takaran pembuatan ramuan pestisida organik dari daun mimba, tembakau, dan lengkuas yang murah meriah." ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Aplikasi ini dirancang berbobot ringan dan tetap dapat berfungsi dalam mode luring di area persawahan pelosok yang minim sinyal internet seluler.

Kemudahan Akses bagi Petani Generasi Sepuh di Pedesaan

Antarmuka aplikasi didesain sangat sederhana dengan tombol berukuran besar dan fitur panduan suara dalam bahasa Jawa dan Sunda.

Apresiasi serupa diungkapkan oleh Petani padi di Kepanjen Malang, Mulyono (51), yang menyaksikan langsung dampak nyata kegiatan tersebut. "Saya yang sudah tua dan tidak paham teknologi canggih ternyata bisa pakai aplikasi ini dengan sangat gampang. Waktu daun padi saya menguning diserang wereng cokelat, saya tinggal foto dan aplikasi langsung menyuruh saya buat semprotan air rebusan daun sirsak dan sabun colek. Hama wereng langsung rontok dan saya hemat ratusan ribu rupiah tidak perlu beli racun kimia toko." tuturnya dengan mata berbinar.

Hingga kini aplikasi tersebut telah diunduh oleh lebih dari lima puluh ribu petani di seluruh Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.

Keuntungan Diagnosis Penyakit Tanaman Berbasis Kecerdasan Buatan

Integrasi teknologi digital dalam budidaya pertanian padi menghadirkan efisiensi nyata:

  • Deteksi Dini Sebelum Serangan Meluas: Mengidentifikasi titik awal serangan hama pada petak sawah agar tindakan pencegahan segera dilakukan terlokalisasi.
  • Pengurangan Residu Bahan Kimia Beracun: Menjaga kemurnian beras hasil panen terbebas dari racun pestisida berbahaya bagi kesehatan konsumen.
  • Pencatatan Riwayat Kesehatan Tanaman Digital: Menyimpan riwayat jenis hama musim ke musim guna merencanakan pola rotasi tanaman sawah yang efektif.

Kehadiran aplikasi pemindai hama berbasis AI buatan pemuda Malang membuktikan bahwa transformasi digital di sektor agrikultur mampu menjadi katalisator kemandirian pangan petani lokal menuju pertanian masa depan yang hijau dan berkelanjutan.

Dukungan regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat luas menjadi faktor kunci agar inisiatif dan terobosan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan sektor terkait di tingkat nasional.

Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi tepat guna, berbagai tantangan di lapangan dapat diurai secara bertahap demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warga.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM