Senin, 28 September 2026 | 16:17 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Otomotif / Hindari Mesin Overheat di Tengah Kemacetan:...
Otomotif

Hindari Mesin Overheat di Tengah Kemacetan: 5 Hal Krusial dalam Merawat Radiator dan Kipas Pendingin Mobil

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Hindari Mesin Overheat di Tengah Kemacetan: 5 Hal Krusial dalam Merawat Radiator dan Kipas Pendingin Mobil
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

BEKASI, BERITA VIRAL TERKINI — Terik matahari siang yang menyengat dipadu dengan kemacetan padat merayap di ruas jalan arteri perkotaan menjadi ujian terberat bagi sistem pendingin mobil. Lonjakan kasus mobil mogok di bahu jalan akibat mesin mengalami panas berlebih alias overheat kerap mewarnai laporan petugas patroli lalu lintas, terutama saat musim kemarau kering berlangsung panjang.

Mesin mobil yang mengalami panas ekstrem tidak hanya berisiko membuat kap mesin berasap, tetapi juga dapat memicu kerusakan fatal pada komponen internal mesin seperti kepala silinder (*cylinder head*) melengkung yang menelan biaya perbaikan hingga belasan juta rupiah.

1. Pantau Kualitas dan Volume Cairan Pendingin (*Coolant*)

Kepala bengkel spesialis radiator mobil di kawasan Tambun Bekasi, Mulyadi (44), menegaskan bahwa kesalahan fatal paling sering dilakukan pemilik kendaraan adalah mengisi radiator menggunakan air keran biasa atau air tanah.

"Air keran mengandung mineral kalsium dan kaporit yang cepat menimbulkan kerak putih dan karat di dalam pipa kisi-kisi radiator. Dalam hitungan bulan, jalur sirkulasi pendingin akan tersumbat total. Selalu gunakan cairan radiator coolant bersertifikasi pabrikan yang memiliki formula titik didih tinggi dan zat anti-korosi," tegas Mulyadi saat menangani mobil pelanggan yang kepanasan.

Lakukan penggantian cairan pendingin secara menyeluruh (*flushing*) setiap kelipatan 40.000 kilometer atau maksimal dua tahun sekali untuk mencegah penurunan efektivitas zat pendingin.

2. Uji Kinerja Kipas Pendingin (*Extra Fan*)

Saat kendaraan terjebak macet total tanpa adanya hembusan angin dari arah depan mobil, kipas pendingin elektrik (*extra fan*) menjadi satu-satunya tumpuan untuk membuang hawa panas mesin.

Periksa apakah putaran kipas pendingin masih kencang atau justru melemah karena dinamo motor kipas yang mulai aus (*carbon brush* menipis). Dengarkan suara dengungan kipas saat menyalakan AC kabin; jika kipas tidak berputar spontan, segera periksa komponen sekring dan relay kipas di kotak sekring utama mesin.

Doni Setiawan (36), salah seorang pengendara yang sempat mengalami insiden overheat di tanjakan tol Cipularang, membagikan pengalamannya agar menjadi pelajaran berharga bagi pengemudi lain.

"Waktu jalan lancar indikator suhu jarum terlihat normal di tengah. Tapi begitu masuk kemacetan tanjakan, tiba-tiba AC mobil mendadak hembuskan angin panas dan jarum temperatur melesat ke zona merah. Ternyata arang motor dinamo kipas radiator saya sudah aus sehingga kipas mati total saat mesin stasioner," kenang Doni.

3. Cek Kondisi Tutup Radiator (*Radiator Cap*)

Banyak pemilik kendaraan tidak menyadari bahwa tutup radiator bukan sekadar penutup lubang biasa, melainkan katup pengatur tekanan hidrolik (*relief valve*).

Karet pada tutup radiator yang sudah getas, sobek, atau pegas penekannya yang telah kendur dapat membuat tekanan cairan pendingin bocor keluar ke tabung cadangan secara prematur, menyebabkan mesin cepat mendidih pada suhu di bawah normal.

4. Bersihkan Kisi-Kisi Aluminium dari Sumbatan Kotoran

Kotoran lumpur kering, serangga mati, dan kerikil kecil yang menempel pada sirip-sirip aluminium radiator dapat menghalangi aliran udara segar. Semprotlah kisi-kisi radiator dari arah belakang menggunakan air bertekanan sedang secara berkala saat mencuci mobil di akhir pekan.

Pengecekan kelenturan selang karet radiator atas dan bawah juga perlu dilakukan dengan cara meremasnya perlahan; jika selang terasa keras kaku atau terdapat retakan halus, segera lakukan penggantian suku cadang sebelum pecah di jalan tol.

5. Perhatikan Ketinggian Tabung Cadangan (*Reservoir*)

Lakukan pengecekan visual pada level cairan di tabung reservoir seminggu sekali saat mesin dalam kondisi dingin di pagi hari. Ketinggian air pendingin wajib berada di antara garis batas minimum dan maksimum tanpa adanya endapan lumpur cokelat di dasar tabung plastik.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM