Senin, 28 September 2026 | 16:17 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Otomotif / Modis Tapi Tetap Aman di Jalan:...
Otomotif

Modis Tapi Tetap Aman di Jalan: Tren Helm Retro Klasik Berstandar SNI dan DOT Laris Manis

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Modis Tapi Tetap Aman di Jalan: Tren Helm Retro Klasik Berstandar SNI dan DOT Laris Manis
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

SURAKARTA, BERITA VIRAL TERKINI — Maraknya populasi skuter matik bergaya klasik modern dan tren restorasi motor bebek antik di jalanan tanah air turut mengubah kiblat perlengkapan berkendara anak muda. Helm bergaya retro klasik, mulai dari model open-face bogo dengan visor cembung hingga model full-face cakil bernuansa balap era 70-an, mendadak laris manis diburu para pengendara roda dua perkotaan.

Kabar menggembirakannya, para produsen pelindung kepala lokal kini tak lagi sekadar menjual tampilan luar bergaya vintage, melainkan telah menyematkan teknologi penyerapan benturan canggih yang lolos uji laboratorium Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sertifikasi keselamatan internasional Departemen Perhubungan Amerika Serikat (DOT).

Kombinasi Elegan Kulit Sintetis dan Cangkang Termoplastik Kokoh

Pengrajin dan desainer helm kustom di Kota Bengawan Surakarta, Aditya Nugroho (31), menceritakan transformasi industri helm retro lokal yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan permintaan hingga tiga kali lipat.

"Dulu helm model klasik identik dengan produk replika murahan tanpa lisensi yang cangkangnya gampang pecah saat terjatuh. Namun konsumen anak muda saat ini sangat kritis dan cerdas. Mereka mau helm yang serasi dengan tampilan vespa mereka, tetapi tidak mau mengorbankan keselamatan nyawa di jalan raya," jelas Aditya di bengkel produksinya di kawasan Pasar Kliwon Solo.

Helm retro modern generasi terbaru menggunakan material cangkang luar berbahan *High Impact ABS* atau serat komposit polimer yang dipadu dengan lapisan busa peredam getar EPS (*Expanded Polystyrene*) berkepadatan ganda. Bagian dalam helm dilapisi kain beludru lembut yang dapat dilepas untuk dicuci secara higienis, lengkap dengan pemanis aksen jahitan kulit sintetis tahan air di sepanjang lingkar tepinya.

Selain memperhatikan bahan cangkang, pembeli disarankan untuk selalu mencocokkan lingkar kepala dengan ukuran busa bantalan pipi yang pas agar helm tidak bergoyang atau mudah terangkat saat diterpa angin kencang di jalan raya dengan kecepatan tinggi.

Visor Cembung Tahan Gores dan Fitur Ventilasi Tersembunyi

Salah satu ciri khas helm retro yang paling diminati adalah visor cembung model gelembung (*bubble visor*) aneka warna, mulai dari smoke gelap, pelangi bening, hingga kuning terang penembus kabut malam.

Reza Pratama (24), anggota komunitas skuter Solo yang rutin turing antarkota, mengaku sangat nyaman menggunakan helm retro berlisensi keselamatan resmi saat berkendara harian ke kampus maupun kantor.

"Visor cembungnya sudah dilapisi zat anti-gores dan anti-UV. Yang paling saya suka, hembusan angin tidak berisik di telinga dan jarak pandang ke samping sangat luas dibanding helm balap sirkuit yang sempit. Dipakai nongkrong di kafe bersama teman-teman pun tampilannya sangat necis," kata Reza dengan bangga.

Produsen juga menyematkan kisi-kisi ventilasi udara tersembunyi di bagian dagu dan dahi helm tanpa merusak siluet klasik cangkang luar, sehingga sirkulasi udara di dalam ruang kepala tetap sejuk saat motor melaju perlahan di tengah terik matahari perkotaan.

Aksen kancing kuningan antik di bagian dahi juga memungkinkan pengendara memasang topi pet (*visor peak*) pendek untuk menahan silau terik matahari senja.

Imbauan Keselamatan dari Petugas Lalu Lintas

Kasatlantas Polresta Surakarta mengapresiasi tingginya kesadaran pengendara motor muda yang kian disiplin memilih helm berstandar SNI resmi berembos timbul, bukan stiker sablon tempelan belaka.

Pengendara diingatkan untuk selalu mengunci tali pengikat dagu dengan sistem klik mikro atau cincin ganda (*double D-ring*) secara pas hingga berbunyi klik sebelum memutar tuas gas motor, karena helm paling mahal sekalipun tidak akan melindungi kepala secara maksimal apabila terlepas saat terjadi benturan mendadak.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM