Senin, 28 September 2026 | 16:17 WIB (Surabaya) | Surabaya 32°C Malang 24°C
KJ JATIM
KORAN JATIM SUARA & TREN TERKINI JAWA TIMUR
HOTLINE REDAKSI SIAGA 24 JAM
Layanan Pengaduan & Hak Jawab Warga Jatim
+62 812-3344-5566 • redaksi@koranonlinejatim.my.id
KILAT JATIM
Beranda / Tren Viral / Viral Kilatan Objek Terang Misterius Melintas...
Tren Viral

Viral Kilatan Objek Terang Misterius Melintas di Langit Malam Jawa dan Bali: Peneliti BRIN Buka Suara

A
Liputan: admin
Wartawan Koran Online Jatim
•
Kamis, 17 September 2026
•
Waktu Baca: 3 Menit
Viral Kilatan Objek Terang Misterius Melintas di Langit Malam Jawa dan Bali: Peneliti BRIN Buka Suara
Standar Verifikasi & Independensi Pers
Berita ini telah melalui proses konfirmasi narasumber primer dan pedoman cek fakta Dewan Pers.
Hak Jawab

SURABAYA, BERITA VIRAL TERKINI — Lini masa media sosial sepanjang Kamis malam mendadak dipenuhi puluhan video amatir rekaman warga yang memperlihatkan sebuah objek bercahaya melesat melintasi langit malam. Pemandangan mencolok tersebut terpantau jelas dari berbagai daerah di Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Pulau Bali.

Warga Sempat Menduga Meteor Jatuh

Objek tersebut tampak mengeluarkan lidah api berwarna putih kehijauan yang terpecah menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya menghilang di ufuk timur. Banyak masyarakat yang sempat panik dan menduga bola api tersebut merupakan pecahan asteroid atau meteor berukuran besar yang jatuh menghantam daratan.

Video berdurasi belasan detik yang direkam pengendara di jembatan Suramadu dan pesisir pantai Sanur Bali langsung ditonton jutaan kali dalam hitungan jam. Di kolom komentar media sosial, beragam spekulasi liar bermunculan, mulai dari benda terbang tak dikenal (UFO) hingga satelit militer yang mengalami korsleting di luar angkasa.

Kepanikan warga sempat bertambah ketika sejumlah grup percakapan WhatsApp menyebarkan rekaman suara tanpa sumber jelas yang mengklaim terdengar dentuman keras di pesisir selatan. Namun, laporan dari kantor SAR dan BPBD di berbagai kabupaten pesisir memastikan tidak ada dampak ledakan fisik maupun kerusakan bangunan rumah yang dilaporkan pada malam tersebut.

“Waktu itu saya lagi nongkrong di teras warung kopi pinggir sawah sekitar jam sembilan malam lewat sedikit. Tiba-tiba suasana langit terang benderang seperti ada kilat panjang, tapi nggak ada suara gemuruh petir sama sekali. Pas nengok ke atas, ada bola api terang banget meluncur pelan lalu pecah jadi tiga titik cahaya. Semua orang di warung langsung heboh berdiri sambil nunjuk-nunjuk langit. Ada yang ngira meteor, ada juga yang takut kiamat,” cerita Arif Wicaksono (33), warga Mojokerto yang mengunggah rekaman video ke TikTok.

Konfirmasi Ilmiah Peneliti Antariksa BRIN

Meredam kepanikan masyarakat, Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera mengeluarkan rilis resmi hasil analisis data sensor astronomi. Berdasarkan pelacakan orbit dan kecepatan luncur, peneliti memastikan bahwa objek tersebut adalah bagian dari tingkat kedua roket peluncur satelit luar angkasa yang memasuki kembali atmosfer bumi (*re-entry*).

Kecepatan luncurnya yang tergolong lambat dibanding laju batu meteorit alami (berkisar antara 7 hingga 8 kilometer per detik) menjadi bukti kuat bahwa benda tersebut merupakan sampah antariksa buatan manusia. Saat menembus lapisan atmosfer yang tebal pada ketinggian sekitar 80 kilometer di atas permukaan laut, gesekan udara menghasilkan panas ekstrem hingga ribuan derajat Celsius, membakar habis badan roket menjadi debu sebelum menyentuh tanah.

Peneliti astronomi menjelaskan bahwa roket peluncur modern umumnya menyisakan tabung pendorong tingkat atas setelah berhasil mengantarkan muatan satelit komunikasi ke orbit geostasioner. Komponen pendorong ini kemudian dibiarkan terdeorbit secara terkendali agar jatuh meluruh ke bumi melalui gravitasi alami.

Tidak Menimbulkan Bahaya Radiasi bagi Daratan

Peneliti BRIN menegaskan masyarakat tidak perlu cemas terhadap potensi bahaya radiasi ataupun dampak tumbukan fisik di daratan Indonesia:

  • Habis Terbakar di Ketinggian Aman: Sebagian besar material roket berbahan aluminium tipis dan komposit serat karbon habis terfragmentasi di lapisan mesosfer bumi yang berada puluhan kilometer di atas daratan.
  • Jatuh di Samudra Luas: Jika ada fragmen kecil logam padat yang tersisa dari proses pembakaran atmosfer, titik jatuhnya diproyeksikan berada di perairan lepas Samudra Hindia yang jauh dari jalur pelayaran kapal dan pemukiman warga.
  • Frekuensi Re-entry Roket: Peristiwa masuknya kembali bangkai roket peluncur satelit ke atmosfer bumi adalah hal lumrah yang terjadi puluhan kali setiap tahunnya di berbagai belahan dunia seiring meningkatnya peluncuran satelit komunikasi global.
  • Sistem Pemantauan Terkoneksi: Lembaga pengawas luar angkasa internasional secara berkala membagikan data lintasan sampah antariksa kepada badan antariksa nasional termasuk BRIN untuk mendeteksi dini setiap objek yang mendekati wilayah kedaulatan Indonesia.

🔭 Imbauan untuk Pengguna Medsos

Masyarakat diimbau untuk selalu menyaring informasi dari lembaga resmi pemerintah seperti BRIN dan BMKG, serta tidak terburu-buru menyebarkan narasi hoaks atau video editan yang memicu kepanikan massal di tengah masyarakat.

Berita Jawa Timur Lainnya

Tulis Komentar atau Opini Baru

Nama, email, dan website bersifat opsional (boleh dikosongkan). Anda bisa langsung mengetik opini Anda dan menekan tombol Kirim.

Beranda Surabaya Viral Cari Menu
KORAN JATIM